Kamis, 31 Desember 2009

Like a Stone

this is my fullnes memory with someone when i wait for him just like a stone
this song is singing by: Audio Slave

E|-----------------------------------|
B|-----------------------------------|
G|--------------------------8---7----|
D|--8------10---------7--------------|
A|-----10------8---5-----6-----------|
E|-----------------------------------|
CHORUS CHORDS:
----------------
E|------------------------------------|--
B|------------------------------------|--
G|-----------------8----7-------------|----
D|--5----8----3----8----7-------------|------
A|--5----8----3----6----5-------------|----
E|--3----6----1----6----5-------------|----
G5 A#5 F5 D#5 D5
INTERLUDE CHORDS:
-------------------
E|--6----6----5----6----3----3------|
B|--8----6----7----7----5----3------|
G|--8----7----7----8----5----3------|
D|--8----8----7----8----5----5------|
A|--6----8----5----6----3----5------|
E|-------6-------------------3------|
D# A# D D#m C Gm
INTRO (x2)
VERSE:
On a cold wet afternoon
No room for love and emptiness
By a freeway
I confess I was lost in the pages
Of a book full of death
Reading how we'll die alone
And if a God will lay to rest
Anywhere we want to go
CHORUS:
G5 A#5 F5 G5
In your house, I long to be
G5 A#5 F5 G5
Room by room, patiently
D#5 G5 F5 G5
I'll wait for you there, like a stone
D#5 G5 D5
I'll wait for you there, alone
INTRO (x1)
VERSE:
And on my death bed I will prey
To the Gods and the angels
Like a pagan
To anyone who will take me to heaven
To a place I would recall
I was there so long ago
The sky was bruised the world was black
And there you led me on
CHORUS:
G5 A#5 F5 G5
In your house, I long to be
G5 A#5 F5 G5
Room by room, patiently
D#5 G5 F5 G5
I'll wait for you there, like a stone
D#5 G5 D5 D5
I'll wait for you there, alone, alone
SOLO:
------
E|-15--17--18---20--18--17--15----15--17-------18--20---22-----|
B|----------------------------------------18-------------------|
G|-------------------------------------------------------------|
D|-------------------------------------------------------------|
A|-------------------------------------------------------------|
E|-------------------------------------------------------------|
E|----------------------------------------|
B|----------------------------------------|
G|--15-15-15-14-14-14---------------------|
D|--------------------15-15-15-12-12-12---| (x4)
A|----------------------------------------|
E|----------------------------------------|
E|------------------------------------------------|
B|------------------------------------------------|
G|----------------------10-12-14-15-14-15-14~~----|
D|------------10-12-13----------------------------|
A|--10-12-13--------------------------------------|
E|------------------------------------------------|
INTERLUDE:
D# A#
In all I read
D D#
Till the day was gone
D#m C
And I sat in regret
D Gm
In all the things I've done
For all that I've blessed
And all that I've wronged
In dreams till my death
I will wonder on
CHORUS:
In your house, I long to be
Room by room, patiently
I'll wait for you there, like a stone
I'll wait for you there, alone, alone
end on D#5

Rabu, 30 Desember 2009

Festival Ogoh-Ogoh on Lombok Island

Surely you know bali right? one of the Balines culture is ogoh-ogoh pestifal, ogoh-ogoh pestifal executed one day before the day of nyepi so to friends which have never see the ogoh-ogoh pastifal here is the photo of ogoh-ogoh pestifal.

Kamis, 10 Desember 2009

Navigasi Darat

Navigasi Darat
Pecinta Alam, Tips & tricks, Tutorial Add comments

nah yang ini adalah untuk bahan pembanding yang saya ambil dari http://www.facebook.com/topic.php?uid=66519007833&topic=12431, terserah teman-teman yang mana yang lebih gampang dipahami. go adventure

Bagaimanapun juga yang namanya keahlian dalam bernavigasi itu sangat penting untuk para pendaki gunung, penjelajah, petualang, ataupun tukang ngrusug-ngrusug hutan rimba pemula. Nah, disini aku sama temen-temen satu profesi mau coba menjelaskan tentang navigasi darat. Ya udah ga usah panjang lebar aku langsung aja..

Navigasi darat merupakan ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi.

Dalam mendaki naik gunung, ada pengetahuan dasar khususnya menyangkut navigasi darat atau peta-kompas yang harus dimiliki seorang pendaki. Peralatan navigasi standar yang harus dibawa saat mendaki gunung adalah peta, kompas, dan altimeter. Dalam arti populer, peta adalah representasi bentuk bentang bumi yang dicetak di kertas.

Peta sendiri ada banyak ragamnya, sesuai keperluan. Namun peta yang bermanfaat bagi pendaki gunung adalah topografi, peta yang menggambarkan bentuk-bentuk dan kondisi permukaan bumi. Dalam melihat peta, perhatikan skala atau perbandingan jarak dengan jarak sebenarnya. Skala peta dapat ditunjukkan dalam angka (misalnya 1:250.000) atau dalam bentuk garis. Untuk itu, jangan menggunakan fotokopi peta yang diperbesar atau diperkecil ukurannya.

Selain membingungkan penghitungan jarak, pembesaran peta tidak menunjukkan akurasi relief bumi. Ada baiknya, pendaki lebih dahulu mempelajari makna le-genda (simbol konvensional) dan kontur-garis penunjuk relief bumi-yang ada di peta. Penjelasan legenda selalu ada di bagian bawah peta. Dengan membaca kontur, dapat dibayangkan kondisi medan sebenarnya. Garis-garis kontur bersisian rapat menunjukkan medan yang curam, bila jarang berarti medannya landai.

Lengkungan kontur yang menonjol keluar dari sebuah titik, menggambarkan punggung bukit atau gunung (ridge), sebaliknya adalah lembah. Di lembah-lembah seperti itu biasanya ada aliran sungai. Ditambah kompas, peta merupakan alat untuk dapat menentukan posisi pendaki di gunung atau menunjukkan arah jalan. Teknik menggunakan variasi kompas dan peta dikenal dengan cross bearing, terbagi dalam resection (menentukan posisi kita di dalam peta) dan intersection (menentukan posisi satu tempat di peta).

Resection dilakukan dengan mula-mula mencari dua titik di medan sebenarnya yang dapat diidentifikasi dalam peta seperti puncak-puncak gunung. Kedua, hitunglah sudut (azimuth) kedua obyek tadi terhadap arah utara dengan kompas. Ketiga, pindahlah ke peta. Dengan menggunakan busur derajat, letakkan titik pusat busur derajat menghimpit titik identifikasi obyek dalam peta. Bila sudut azimuth yang diperoleh kurang dari 180 derajat, tambahkan azimuth itu dengan angka 180 derajat. Bila azimuth yang didapat dari kompas lebih dari 180 derajat, tambahkan dengan angka 180 derajat. Keempat, gunakan angka hasil perhitungan itu (dinamakan teknik back azimuth) untuk membuat garis lurus dari titik identifikasi. Perpotongan dua garis dari dua titik identifikasi menunjukkan letak kita di dalam peta.

Menentukan titik awal perjalanan di peta merupakan hal yang penting. Di tengah perjalanan, seorang pendaki kerap tidak dapat memainkan teknik cross bearing karena faktor cuaca atau medan yang tidak memungkinkan melihat titik-titik orientasi. Bila demikian, membandingkan keadaan medan sekitar dengan kontur peta dan merunutnya dari titik awal perjalanan, kadang menjadi satu-satunya cara menentukan posisi. Dalam keadaan seperti itu, altimeter atau piranti penunjuk ketinggian sangat dibutuhkan.

Saat ini fungsi kompas dan altimeter dapat diganti dengan GPS (Global Positioning System/piranti canggih menggunakan sinyal satelit). Dengan alat itu, pendaki dapat mengetahui kedudukannya dalam lintang dan bujur (koordinat) bumi. Pemakainya tinggal mencari besaran koordinat di peta. Bahkan GPS model mutakhir dapat menyimpan rekaman gambar peta melalui CD-Rom. Dengan begitu, pendaki bisa mengabaikan peta karena peta sekaligus tersaji di layar monitornya. Bisa juga menggunakan jam tangan keluaran suunto dan casio yang ada fitur altimeter, barometer dan kompas.

Peta
Peta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas, kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu. Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. Peta ini memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.

Beberapa unsur yang bisa dilihat dalam peta :

* udul peta; biasanya terdapat di atas, menunjukkan letak peta
* Nomor peta; selain sebagai nomor registrasi dari badan pembuat, kita bisa menggunakannya sebagai petunjuk jika kelak kita akan mencari sebuah peta
* Koordinat peta; penjelasannya dapat dilihat dalam sub berikutnya
* Kontur; adalah merupakan garis khayal yang menghubungkan titik titik yang berketinggian sama diatas permukaan laut.
* Skala peta; adalah perbandingan antara jarak peta dan jarak horizontal dilapangan. Ada dua macam skala yakni skala angka (ditunjukkan dalam angka, misalkan 1:25.000, satu senti dipeta sama dengan 25.000 cm atau 250 meter di keadaan yang sebenarnya), dan skala garis (biasanya di peta skala garis berada dibawah skala angka).
* Legenda peta, adalah simbol-simbol yang dipakai dalam peta tersebut dibuat untuk memudahkan pembaca menganalisa peta.

Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960. Peta AMS biasanya berskala 1:50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000 (dengan interval kontur 12,5m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.

Koordinat
Peta Topografi selalu dibagi dalam kotak-kotak untuk membantu menentukan posisi dipeta dalam hitungan koordinat. Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain.

Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu :

* Koordinat Geografis (Geographical Coordinate)
Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik. Pada peta Bakosurtanal, biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3.7 cm. Pada skala 1:25.000, satu karvak sama dengan 30 detik (30″), dan pada peta skala 1:50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60″).
* Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM)
Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Untuk wilayah Indonesia, titik acuan berada disebelah barat Jakarta (60 LU, 980 BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan horizontal dari barat ke timur. Sistem koordinat mengenal penomoran 4 angka, 6 angka dan 8 angka. Pada peta AMS, biasanya menggunakan koordinat grid. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Karena itu untuk penentuan koordinat koordinat grid 4 angka, dapat langsung ditentukan. Penentuan koordinat grid 6 angka, satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi sepuluh bagian (per 1mm).

Analisa Peta
Salah satu faktor yang sangat penting dalam navigasi darat adalah analisa peta. Dengan satu peta, kita diharapkan dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan medan sebenarnya, meskipun kita belum pernah mendatangi daerah di peta tersebut.

* Unsur dasar peta
Untuk dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya, pertama kali kita harus cek informasi dasar di peta tersebut, seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta dan sebagainya. Disamping itu juga bisa dianalisa ketinggian suatu titik (berdasarkan pemahaman tentang kontur), sehingga bisa diperkirakan cuaca, dan vegetasinya.
* Mengenal tanda medan
Disamping tanda pengenal yang terdapat dalam legenda peta, kita dapat menganalisa peta topografi berdasarkan bentuk kontur. Beberapa ciri kontur yang perlu dipahami sebelum menganalisa tanda medan :

Antara garis kontur satu dengan yang lainnya tidak pernah saling berpotongan Garis yang berketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis yang berketinggian lebih tinggi, kecuali diberi keterangan secara khusus, misalnya kawah. Beda ketinggian antar kontur adalah tetap meskipun kerapatan berubah-ubah Daerah datar mempunyai kontur jarang-jarang sedangkan daerah terjal mempunyai kontur rapat.

Beberapa tanda medan yang dapat dikenal dalam peta topografi :

* Puncak bukit atau gunung biasanya berbentuk lingkaran kecil, tertelak ditengah-tengah lingkaran kontur lainnya.
* Punggungan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk U yang ujungnya melengkung menjauhi puncak
* Lembahan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk V yang ujungnya tajam menjorok kepuncak. Kontur lembahan biasanya rapat.
* Saddle, daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian
* Pass, merupakan celah memanjang yang membelah suatu ketinggian
* Sungai, terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian kontur, biasanya ada di lembahan, dan namanya tertera mengikuti alur sungai. Dalam membaca alur sungai ini harap diperhatikan lembahan curam, kelokan-kelokan dan arah aliran.
* Bila peta daerah pantai, muara sungai merupakan tanda medan yang sangat jelas, begitu pula pulau-pulau kecil, tanjung dan teluk

Pengertian akan tanda medan ini mutlak diperlukan, sebagai asumsi awal dalam menyusun perencanaan perjalanan diperlukan Kompas. Kompas adalah alat penunjuk arah, dan karena sifat magnetnya, jarumnya akan selalu menunjuk arah utara selatan (meskipun utara yang dimaksud disini bukan utara yang sebenarnya, tapi utara magnetis). Secara fisik, kompas terdiri dari :

* Badan, tempat komponen lainnya berada
* Jarum, selalu menunjuk arah utara selatan, dengan catatan tidak dekat dengan megnet lain/tidak dipengaruhi medan magnet, dan pergerakan jarum tidak terganggu/peta dalam posisi horizontal.
* Skala penunjuk, merupakan pembagian derajat sistem mata angin.
* Jenis kompas yang biasa digunakan dalam navigasi darat ada dua macam yakni kompas bidik (misal kompas prisma) dan kompas orienteering (misal kompas silva, suunto dll). Untuk membidik suatu titik, kompas bidik jika digunakan secara benar lebih akurat dari kompas silva. Namun untuk pergerakan dan kemudahan ploting peta, kompas orienteering lebih handal dan efisien.

Dalam memilih kompas, harus berdasarkan penggunaannya. Namun secara umum, kompas yang baik adalah kompas yang jarumnya dapat menunjukkan arah utara secara konsisten dan tidak bergoyang-goyang dalam waktu lama. Bahan dari badan kompas pun perlu diperhatikan harus dari bahan yang kuat/tahan banting mengingat kompas merupakan salah satu unsur vital dalam navigasi darat

Orientasi Peta
Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya ( atau dengan kata lain menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya). Sebelum anda mulai orientasi peta, usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta. Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama puncakan, nama sungai, desa dll. Jadi minimal anda tahu secara kasar posisi anda dimana.

Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda dipeta adalah benar. Langkah-langkah orientasi peta :

* Usahakan untuk mencari tempat yang berpemandangan terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok.
* Siapkan kompas dan peta anda, letakkan pada bidang datar
* Utarakan peta, dengan berpatokan pada kompas, sehingga arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya
* Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekitar anda, dan temukan tanda-tanda medan tersebut di peta. Lakukan hal ini untuk beberapa tanda medan
* Ingat tanda-tanda itu, bentuknya dan tempatnya di medan yang sebenarnya. Ingat hal-hal khas dari tanda medan.

Jika anda sudah lakukan itu semua, maka anda sudah mempunyai perkiraan secara kasar, dimana posisi anda di peta. Untuk memastikan posisi anda secara akurat, dipakailah metode resection.

Resection
Resection adalah menentukan posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dan dapat dibidik (untuk latihan resection biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebon teh misalnya, agar tanda medan yang ekstrim terlihat dengan jelas). Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua, tapi posisinya sudah pasti.

Langkah-langkah melakukan resection :

* Lakukan orientasi peta
* Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal 2 buah
* Dengan busur dan penggaris, buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut (untuk alat tulis paling ideal menggunakan pensil mekanik).
* Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik. Kompas orienteering dapat digunakan, namun kurang akurat.
* Pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan.
* Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita dipeta.

Intersection
Intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan tetapi sukar untuk dicapai. Sebelum intersection kita sudah harus yakin terlebih dahulu posisi kita dipeta. Biasanya sebelum intersection, kita sudah melakukan resection terlebih dahulu.

Langkah-langkah melakukan intersection adalah:

* Lakukan orientasi peta
* Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta.
* Bidik obyek yang kita amati
* Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta
* Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. Lakukan langkah 1-3
* Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.

Peralatan yang dibutuhkan :

* Kompas bidik atau prisma
* Conector
* Peta Topografi
* Pensil
* Penggaris
* Spidol warna

Azimuth - Back Azimuth
Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperolah sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. Kebalikannya adalah back azimuth.

Dalam resection back azimuth diperoleh dengan cara:

* Jika azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º maka back azimuth sama dengan azimuth dikurangi 180º. Misal anda membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azimuthnya adalah 200º- 180º = 20º
* Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya dama dengan 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, seiperoleh azimuth 160º, maka back azimuthnya adalah 180º+160º = 340º

Dengan mengetahui azimuth dan back azimuth ini, memudahkan kita untuk dapat melakukan ploting peta (penarikan garis lurus di peta berdasarkan sudut bidikan). Selain itu sudut kompas dan back azimuth ini dipakai dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus/ man to man). Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

* Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Hitung pula sudut dari titik akhir ke titik awal. Sudut ini dinamakan back azimuth.
* Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan.
* Perhatikan tanda medan lain pada lintasan yang dilalui.
* Bidikkan kompas seusai dengan arah perjalanan kita, dan tentukan tanda medan lain di ujung lintasan/titik bidik. Sudut bidikan ini dinamakan azimuth.
* Pergi ke tanda medan di ujung lintasan, dan bidik kembali ke titik pertama tadi, untuk mengecek apakah arah perjalanan sudah sesuai dengan sudut kompas (back azimuth).
* Sering terjadi tidak ada benda/tanda medan tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran. Untuk itu dapat dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda. Sistem pergerakan semacam ini sering disebut sebagai sistem man to man.

Merencanakan Jalur Lintasan
Dalam navigasi darat tingkat lanjut, kita diharapkan dapat menyusun perencanaan jalur lintasan dalam sebuah medan perjalanan. Sebagai contoh anda misalnya ingin pergi ke gunung Semeru, tapi dengan menggunakan jalur sendiri. Penyusunan jalur ini dibutuhkan kepekaan yang tinggi, dalam menafsirkan sebuah peta topografi, mengumpulkan data dan informasi dan mengolahnya sehingga anda dapat menyusun sebuah perencanaan perjalanan yang matang. Dalam proses perjalanan secara keseluruhan, mulai dari transportasi sampai pembiayaan, disini kita akan membahas khusus tentang perencanaan pembuatan medan lintasan.

Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum anda memplot jalur lintasan. Pertama, anda harus membekali dulu kemampuan untuk membaca peta, kemampuan untuk menafsirkan tanda-tanda medan yang tertera di peta, dan kemampuan dasar navigasi darat lain seperti resection, intersection, azimuth back azimuth, pengetahuan tentang peta kompas, dan sebagainya, minimal sebagaimana yang tercantum dalam bagian sebelum ini.

Kedua, selain informasi yang tertera dipeta, akan lebih membantu dalam perencanaan jika anda punya informasi tambahan lain tentang medan lintasan yang akan anda plot. Misalnya keterangan rekan yang pernah melewati medan tersebut, kondisi medan, vegetasi dan airnya. Semakin banyak informasi awal yang anda dapat, semakin matang rencana anda.

Tentang jalurnya sendiri, ada beberapa macam jalur lintasan yang akan kita buat. Pertama adalah tipe garis lurus, yakni jalur lintasan berupa garis yang ditarik lurus antara titik awal dan titik akhir. Kedua, tipe garis lurus dengan titik belok, yakni jalur lintasan masih berupa garis lurus, tapi lebih fleksibel karena pada titik-titik tertentu kita berbelok dengan menyesuaian kondisi medan. Yang ketiga dengan guide/patokan tanda medan tertentu, misalnya guide punggungan/guide lembahan/guide sungai. Jalur ini lebih fleksibel karena tidak lurus benar, tapi menyesuaikan kondisi medan, dengan tetap berpatokan tanda medan tertentu sebagai petokan pergerakannya.

Untuk membuat jalur lintasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

* Usahakan titik awal dan titik akhir adalah tanda medan yang ekstrim, dan memungkinkan untuk resection dari titik-titik tersebut.
* Titik awal harus mudah dicapai/gampang aksesnya
* Disepanjang jalur lintasan harus ada tanda medan yang memadai untuk dijadikan sebagai patokan, sehingga dalam perjalanan nanti anda dapat menentukan posisi anda di peta sesering mungkin.
* Dalam menentukan jalur lintasan, perhatikan kebutuhan air, kecepatan pergerakan vegetasi yang berada dijalur lintasan, serta kondisi medan lintasan. Anda harus bisa memperkirakan hari ke berapa akan menemukan air, hari ke berapa medannya berupa tanjakan terjal dan sebagainya.
* Mengingat banyaknya faktor yang perlu diperhatikan, usahakan untuk selalu berdiskusi dengan regu atau dengan orang yang sudah pernah melewati jalur tersebut sehingga resiko bisa diminimalkan.

Penampang Lintasan
Penampang lintasan adalah penggambaran secara proporsional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping, dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan.. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi, dan sudut pendangnya dari atas, agak sulit bagi kita untuk membayangkan bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya, terutama menyangkut ketinggian. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa, bagaimana kira-kira bentuk di medan sebenarnya. Untuk memudahkan kita menggambarkan bentuk medan dari peta topografi yang ada, maka dibuatlah penampang lintasan.

Beberapa manfaat penampang lintasan :

* Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan perjalanan
* Memudahkan kita untuk menggambarkan kondisi keterjalan dan kecuraman medan
* Dapat mengetahui titik-titik ketinggian dan jarak dari tanda medan tertentu

Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas milimeter block, guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke penampang. Langkah-langkah membuat penampang lintasan:

* Siapkan peta yang sudah diplot, kertas milimeter blok, pensil mekanik/pensil biasa yang runcing, penggaris dan penghapus
* Buatlah sumbu x, dan y. sumbu x mewakili jarak, dengan satuan rata-rata jarak dari lintasan yang anda buat. Misal meter atau kilometer. Sumbu y mewakili ketinggian, dengan satuan mdpl (meter diatas permukaan laut). Angkanya bisa dimulai dari titik terendah atau dibawahnya dan diakhiri titik tertinggi atau diatasnya.
* Tempatkan titik awal di sumbu x=0 dan sumbu y sesuai dengan ketinggian titik tersebut. Lalu pada perubahan kontur berikutnya, buatlah satu titik lagi, dengan jarak dan ketinggian sesuai dengan perubahan kontur pada jalur yang sudah anda buat. Demikian seterusnya hingga titik akhir.
* Perubahan satu kontur diwakili oleh satu titik. Titik-titik tersebut dihubungkan sat sama lainnya hingga membentuk penampang berupa garis menanjak, turun dan mendatar.
* Tambahkan keterangan pada tanda-tanda medan tertentu, misalkan nama-nama sungai, puncakan dan titik-titik aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak dan titik istirahat), ataupun tanda medan lainnya. Tambahan informasi tentang vegetasi pada setiap lintasan, dan skala penampang akan lebih membantu pembaca dalam menggunakan penampang yang telah dibuat.

Nah sekrang udah paham semua kan tentang bagaimana kita mempelajari peta hutan dan semacamnya…semoga bermanfaat..

Sumber : Dari Berbagai Sumber

Navigasi Darat

Maaf teman-teman sebenarnya saya jago navdar tapi karena males nulis tak ambil ja dari http://www.bo.cantingweb.com/index.php/materi/39-materi-umum/63-navigasi-darat semoga bermanfaat.

Pengetahuan dasar Navigasi Darat

Sebagai seorang pecinta alam atau orang yang gemar berpetualang, pengetahuan akan peta dan kompas sangatlah mutlak diperlukan. perjalanan ketempat yang jauh dan tidak dikenal akan terasa lebih mudah. Pengetahuan inipun juga berguna bila suatu saat kita diperlukan dalam suatu operasi SAR baik di gunung hutan maupun bencana alam lainnya Navigasi adalah penentuan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya ataupun di peta. oleh sebab itu pemahaman teknik navigasi sangatlah diperlukan.

Oleh : Dede Tunggal

PETA

Peta Garis Kontur permukaan BumiPeta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas, kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu. Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. Peta ini memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.

Membaca Peta

Salah satu faktor yang sangat penting dalam navigasi darat adalah menganalisa peta. Dengan satu peta, kita diharapkan dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan medan sebenarnya, meskipun kita belum pernah mendatangi daerah di peta tersebut.

Unsur dasar peta ; Untuk dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya, pertama kali kita harus cek informasi dasar di peta tersebut, seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta dan sebagainya. Disamping itu juga bisa dianalisa ketinggian suatu titik (berdasarkan pemahaman tentang kontur), sehingga bisa diperkirakan cuaca, dan vegetasinya.

Mengenal tanda medan ; Disamping tanda pengenal yang terdapat dalam legenda peta, kita dapat menganalisa peta topografi berdasarkan bentuk kontur. Beberapa ciri kontur yang perlu dipahami sebelum menganalisa tanda medan :

Antara garis kontur satu dengan yang lainnya tidak pernah saling berpotongan Garis yang berketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis yang berketinggian lebih tinggi, kecuali diberi keterangan secara khusus, misalnya kawah

Beda ketinggian antar kontur adalah tetap meskipun kerapatan berubah-ubah Daerah datar mempunyai kontur jarang-jarang sedangkan daerah terjal mempunyai kontur rapat.

Beberapa tanda medan yang dapat dikenal dalam peta topografi:

Puncak bukit atau gunung biasanya berbentuk lingkaran kecil, tertelak ditengah-tengah lingkaran kontur lainnya.

Punggungan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk U yang ujungnya melengkung menjauhi puncak

Lembahan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk V yang ujungnya tajam menjorok kepuncak. Kontur lembahan biasanya rapat.

Saddle, daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian

Pass, merupakan celah memanjang yang membelah suatu ketinggian

Sungai, terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian kontur, biasanya ada di lembahan, dan namanya tertera mengikuti alur sungai. Dalam membaca alur sungai ini harap diperhatikan lembahan curam, kelokan-kelokan dan arah aliran.

Bila peta daerah pantai, muara sungai merupakan tanda medan yang sangat jelas, begitu pula pulau-pulau kecil, tanjung dan teluk

Pengertian akan tanda medan ini mutlak diperlukan, sebagai asumsi awal dalam menyusun perencanaan perjalanan

KOMPAS

Digunakan untuk petunjuk arahKompas adalah alat penunjuk arah, yang jarumnya akan selalu menunjuk arah utara-selatan (meskipun utara yang dimaksud disini bukan utara yang sebenarnya, tapi utara magnetis).

Secara fisik, kompas terdiri dari :

Badan, tempat komponen lainnya berada Jarum, selalu menunjuk arah utara selatan, dengan catatan tidak dekat dengan megnet lain/tidak dipengaruhi medan magnet, dan pergerakan jarum tidak terganggu/peta dalam posisi horizontal.

Skala penunjuk, merupakan pembagian derajat sistem mata angin.

kompas yang baik adalah kompas yang jarumnya dapat menunjukkan arah utara secara konsisten dan tidak bergoyang-goyang dalam waktu lama. Bahan dari badan kompas pun perlu diperhatikan harus dari bahan yang kuat/tahan banting mengingat kompas merupakan salah satu unsur vital dalam navigasi darat

Jenis Kompas

Jenis kompas yang biasa digunakan dalam navigasi darat ada dua macam yakni kompas bidik (misal kompas prisma) dan kompas orienteering (misal kompas silva, suunto dll). Untuk membidik suatu titik, kompas bidik jika digunakan secara benar lebih akurat dari kompas silva. Namun untuk pergerakan dan kemudahan ploting peta, kompas orienteering lebih handal dan efisien.

TEKNIK PETA-KOMPAS

Orientasi Peta

Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (atau dengan kata lain menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya). Sebelum anda mulai orientasi peta, usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta.

Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama puncakan, nama sungai, desa dll. Jadi minimal anda tahu secara kasar posisi anda dimana. Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda dipeta adalah benar. Langkah-langkah orientasi peta:

Usahakan untuk mencari tempat yang berpemandangan terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok.

Siapkan kompas dan peta anda, letakkan pada bidang datar

Utarakan peta, dengan berpatokan pada kompas, sehingga arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya

Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekitar anda, dan temukan tanda-tanda medan tersebut di peta. Lakukan hal ini untuk beberapa tanda medan Ingat tanda-tanda itu, bentuknya dan tempatnya di medan yang sebenarnya. Ingat hal-hal khas dari tanda medan.

Resection

Prinsip resection adalah menentukan posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dalam peta dan dapat dibidik pada medan sebenarnya (untuk latihan resection biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebun teh misalnya, agar tanda medan terlihat dengan jelas).

Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua, tapi posisinya sudah pasti.

Langkah-langkah melakukan resection : Klik Di Sini!

1. Lakukan orientasi peta
2. Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal 2 buah
3. Dengan busur dan penggaris, buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut (untuk alat tulis paling ideal menggunakan pensil mekanik-B2).
4. Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik.
5. Kompas orienteering dapat digunakan, namun kurang akurat.
6. Pindahkan sudut back azimuth bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya.
7. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan.
8. Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita dipeta.

Intersection

Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan tetapi sukar untuk dicapai atau tidak diketahui posisinya di peta.

Syaratnya, sebelum intersection kita sudah harus yakin terlebih dahulu posisi kita dipeta. Biasanya sebelum intersection, kita sudah melakukan resection terlebih dahulu.

Langkah-langkah melakukan intersection : Klik Di Sini!

1. Lakukan orientasi peta
2. Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta.
3. Bidik obyek yang kita amati
4. Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta
5. Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. Lakukan langkah 1-3
6. Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.

Azimuth - Back Azimuth

Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperolah sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. Kebalikannya adalah back azimuth.

Dalam navigasi, back azimuth diperoleh dengan cara:

Jika azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º maka back azimuth adalah azimuth dikurangi 180º. Misal anda membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azimuthnya adalah 200º- 180º = 20º

Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya adalah 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, diperoleh azimuth 160º, maka back azimuthnya adalah 180º+160º = 340º

Menentukan Arah Tanpa Kompas

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam menentukan arah apabila kompas tidak tersedia atau rusak:

Dengan tanda-tanda alam

Misalnya:

kuburan islam menghadap utara

masjid menghadap kiblat (barat laut)

bagian pohon yang berlumut tebal menunjukan arah timur. Karena sinar matahari yang belum terik pada pagi hari

Dengan Perbintangan Perhatikan arah bulan,bintang dan matahari yang terbit di timur dan terbenam di barat perhatikan rasi bintang Crux (bintang salib atu gubuk penceng) perpanjangan arah diagonal yang memotong horison dari tempat kita adalah Selatan

TEKNIK DASAR SAR

teman-teman yang hobby out door ini ada tip tentang tenik dasar SAR yang saya ambil dari http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2179950499913461537, semoga bermanfaat.

Bagi rekan-rekan yang ingin berbagi pengalaman tentang teknik SAR, daapt bergabung di Web Blog ini, mudah-mudahan referensi tersebut dapat bermanfaat bagi rekan-rekan semua. Salam Jumpa . . . di lapangan.

TEKNIK PENCARIAN SAR

Teknik Pencarian SAR

Sebuah definisi SAR dapat diartikan secara umum adalah suatu misi penyelamatan untuk menyelamatkan jiwa sehingga dalam pergerakan harus berpegang pada 3C yaitu : cepat, cermat dan cekatan. Waktu yang sia-sia ataupun yang tidak efektif dalam pencarian akan mengakibatkan kerugian bagi korban.
Suatu misi SAR akan dilakukan bila telah terjadi laporan kehilangan. Dari sini tenaga-tenaga pencari mulai memfokuskan diri dengan mencari keterangan yang lebih lengkap sambil mencari peta daerah yang bersangkutan. Pendarian informasi bisa melibatkan pihak kepolisian ataupun klub-klub pecinta alam yang telah banyak tersebar di Indonesia terutama klub-klub yang berada di lokasi pencarian. Berita yang diterima haruslah seakurat mungkin termasuk data awal pendakian, lokasi terakhir terlihat, perlengkapan yang dibawa dan yang penting adalah data korban itu sendiri sehingga memudahkan tim pencari untuk menganalisa data.


Teknik Pencarian

Perencanaan pencarian sangat tergantung kepada situasi baik berupa medan maupun data yang telah diperoleh sampai sejauh mana. Dalam usaha pencarian terdapat lima mode yang sering diterapkan ;

1. Preliminery Mode

Pada mode ini usaha yang dilakukan adalah mengumpulkan informasi-informasi awal, sejak pengadaan tenaga operasi, formasi dari perencanaan pencarian awal, perhitungan-perhitungan.

2. Confinement Mode

Yang dilakukan pada mode ini adalah memantapkan garis batas untuk mengurung korban agar berada dalam suatu daerah pencarian. Sasaran mode ini adalah untuk menjebak korban dalam daerah pencarian sehingga jika area tersebut disapu korban akan dapat ditemukan ataupun jika korban bergerak keluar dari daerah pencarian, korban dapat ditangkap atau ditemukan oleh tim pencari. Kerja awal confinement mode ini adalah untuk memagari gerak pencarian korban. Dalam teknik pendariannya, metode yang dapat diterapkan adalah :

Trail Block

Metode trail block in berfungsi untuk memantau alur keluar masuk orang di suatu titik jalan setapak (trail) di daerah pencarian. Suatu tim ditempatkan memantau orang-orang yang datang atau meninggalkan daerah pencarian. Harus ada personil yang tetap berada di pos trail block untuk terus menerus mengawasi jalan setapak sepanjang waktu hingga diperintahkan untuk beralih ke metode lain.

Road Block

Road block pada prinsipnya sama dengan trail block, yang membedakannya hanya kondisi jalan yang lebih besar yang dapat dilalui olhe pengguna mobil. Jika diperlukan atau karena daerah pencarian dinyatakan tertutup, dapat ditempatkan petugas keamanan di lokasi pemblokiran.
Look Out

Metode ini menggunakan tempat yang memiliki ketinggian cukup atau sudut pandang yang luas sehingga memungkinkan pencari untuk dapat memantau dari tempat tersebut. Dari tempat pengamatan diusahakan dapat melihat sungai, lembah-lembah dan sebagainya. Satu tim kecil dapat ditempatkan pada posisi ini, dapat mengawasi daerah dengan teropong dan ada kemungkinan mendeteksi orang apabila bergerak lewat tempat tersebut.
Beberapa bentuk peralatan (asap, bunti-bunyian, lampu, bendera) dapat digunakan oleh tim pencari untuk menarik perhatian korban. Variasi lain adalah tetap menempatkan seorang pengamat, sementara tim kecil lain bergerak memeriksa beberapa lokasi lain dan objek-objek mencurigakan yang berada dalam jarak pandang pengamat.

Camp-In
Camp-In dapat daja berupa look out, trail block atau situaso lain dimana satu tim kecil menempati pos-pos tertentu. Lokasi camp-in merupakan lokasi yang mempunyai batas pandang yang cukup luas. Pertemuan dari jalan setapak, pertemuan cabang sungai dan lain-lain. Tanda-tanda yang dapat menarik perhatian orang yang hilang, yang menunjukkan arah menuju pos-pos tertentu dapat dipergunakan.

Track-Traps
Track-traps juga mirip dengan camp-in, tetapi pada lokasi track traps tidak ditempatkan personil. Yang perlu diperhatikan pada metode ini lokasi tersebut diperkirakan akan dilalui oleh korban.

Salah satu caranya dengan menggunakan jalur jalan yang berlumpur sehingga bila ada orang yang lewat di daerah tersebut akan terlihat jejak-jejaknya. Pemeriksaan lkasi track-traps ini dilakukan secara berkala untuk melihat jejak dan juga kemungkinan orang lain menebarkan debu-debu sehingga meninggalkan jejak jika ada orang yang lewat.
String Lines

Metode ini lebih unggul jika dilakukan di daerah yang berkanopi rimbun atau lebat (hutan tertutup). Bentangan tali yang bertanda akan lebih efektif untuk keperluan pengepungan dibandingkan metode lain. Sedangkan metode-metode look out, camp-in, maupun track traps lebih efketif dilakukan di tempat terbuka. Tags (tanda-tanda) pada string lines akan menarik perhatian korban untuk bergerak mengikuti bentangan tali itu menuju ke tempat yang lebih aman.


3. Detection Mode

Metode detection dilakukan untuk memeriksa tempat-tempat yang dicurigai. Pencarian dengan cara menyapu (sweep search) diperhitungkan untuk menemukan orang ataupun barang-barang yang tercecer. Mode ini dibagi atas tiga search :

Tipe pencarian I

Istilah lainnya adalah reconnaissance atau hastic search. Pencarian ini dilakukan secara sangat cepat sehingga kesannya terburu-buru terhadap area yang paling memungkinkan. Sifatnya pencarian segera terhadap area yang spesifik sekaligus untuk memperoleh informasi tentang lokasi daerah pencarian. Bisa juga dilakukan pemeriksaan berulang-ulang terhadap tempat yang sangat memungkinkan. Metode ini biasanya dilakukan pada tahap awal operasi. Untuk kebutuhan ini diperlukan satu tim yang dapat bergerak cepat.
Tipe pencarian II

Kriterianya adalah efisiensi, pemeriksaan yang cepat dan sistematis atas area yang luas dengan metode penyapuan. Tipe ini adalah pencarian yang cepat atas area yang luas. Pemakaian tipe ini biasanya dilakukan pada tahap awal pencarian, terutama bila jangka waktu orang yang hilang tersebut sangat pendek. Pencarian ini juga dilakukan pada situasi dimana daerah pencarian luas. Tidak ada area-area khusus yang dapat diidentifikasi , dan bila kekurangan tenaga untuk bisa meliputi seluruh area.
Tipe pencarian III

Kriteria tipe ini adalah kecermatan sering juga disebut Close Grid. Pencarian dilakukan dengan menggunakan sistematika yang ketat atas areal yang lebih kecil. Tipe ini dilakukan bila serach area telah terbatas dan tenaga pencari mencukupi. Dan umumnya dilakukan setelah tipe pencarian II.

4. Tracking Mode

Ang dimaksud dengan tracking mode adalah pencarian dengan mengikuti jejak-jejak atau barang-barang yang tercecer, yang ditinggalkan oleh korban berdasarkan data yang dimiliki. Tracking mode biasanya menggunakan anjing pelacak ataupun regu yang terlatih dalam mengesan jejak.

5. Evacuation Mode

Evacuation mode menyangkut masalah evakuasi, perawatan terhadap korban di lapangan dan membawanya ke lokasi yang lebih aman dan lebih baik fasilitasnya

blockcaving

*
* Block Caving Induced Subsidence
* Surface to Underground Mining Interaction
* Publications
* Websites
* Software
* Blogs
* And All The Rest

* Full Review
* Subscribe

Summary
This review describes the underground mining method of block caving. Several publications, websites, links, and software are given, and a number of blogs related to block caving are mentioned.
overview
Click Here!
Block cave mining is a mass mining method that allows for the bulk mining of large, relatively lower grade, orebodies. This method is increasingly being proposed for a number of deposits worldwide, thus the scope for a better understanding of block caving behaviour. Because many existing large open-pit mines are also planning to extend their operations underground by block caving, research is undergoing to investigate the rock deformation mechanisms associated with the transition from surface to underground mining operations.

In general terms block cave mining is characterized by caving and extraction of a massive volume of rock which potentially translates into the formation of a surface depression whose morphology depends on the characteristics of the mining, the rock mass, and the topography of the ground surface (Figure 1). Block cave mining can be used on any orebody that is sufficiently massive and fractured; a major challenge at the mine design stage is to predict how specific orebodies will cave depending on the various geometry of the undercut.
Figure 1: Diagrammatic representation of a typical block cave mining operation. (Image copyright: Atlas Copco)

Block caving has been applied to large scale extraction of various metals and minerals, sometimes in thick beds of ore but more usually in steep to vertical masses. Examples of block caving operations include Northparkes (Australia), Palabora (South Africa), Questa Mine (New Mexico), Henderson Mine (Colorado) and Freeport (Indonesia).

Another way to understand what block caving is all about is to examine this figure:

It shows the essential aspects of block caving: an underground tunnel leading to draw points where the overlying rock, broken by gravity more or less flows to the draw point, to be gathered and taken away for processing.

Dracula Gembel

Di Inggris Utara, ada Underground Cafe yang khusus hanya untuk dracula. Di sana tersedia semua jenis darah dalam botol-botol minuman yang terdiri dari berbagai darah segala kalangan manusia.

Dracula dari Rusia masuk.

“Mau minum, Tuan?” tanya pelayan.

“Ya, beri saya sebotol darah bangsawan abad 17″

“Wah harganya seribu pounds, Tuan”

“No problem, saya punya Credit Card”

Begitu darah bangsawan diberikan, dia mengeluarkan Credit Card dari kantongnya dan meletakkannya di meja, lalu minum dengan santai.

Dracula dari Jepang masuk.

“Mau minum, Tuan?” tanya pelayan.

“Saya minta darah segar dari seorang perawan”

“Tiga ratus pounds, Tuan”

“No probrem, saya punya banyak uang”

Begitu darah segar diberikan, dia mengeluarkan uang kertas dari kantongnya dan meletakkannya di meja, lalu minum dengan santai.

Dracula dari Indonesia masuk.

“Mau minum, Tuan?” tanya pelayan.

“Mmmmmm saya minta segelas air hangat saja”

“Oh itu gratis, Tuan. Tapi dracula tidak minum air, Tuan”

“No problem, saya punya yang instant”

Begitu air hangat diberikan, dia mengeluarkan pembalut wanita bekas dari kantongnya dan mencelupkannya ke air hangat, lalu minum dengan santai…

mobil balap

Balapan Mobil

Sebuah mobil Timor, meluncur di jalan tol jagorawi.

Tidak lama kemudian mobil itu mogok. Sebuah Mercedes berhenti, dan menolong mobil Indonesia tadi dengan menggandengnya di belakang. Pada saat itulah muncul sebuah BMW, melesat dengan kecepatan tinggi. Pengemudi Mercedes tadi penasaran dan langsung tancap gas.

Sopir Timor yang ditarik di belakang Mercedes membunyikan klaksonnya bertubi-tubi dengan muka pucat pasi. Sebab, sementara terseret dalam "balapan" ini, mobil "asli" buatan Indonesia tadi mulai berantakan satu-persatu. Pintunya tanggal, jendelanya copot, baut dan mur beterbangan.

Kebetulan mobil reporter RCTI untuk Seputar Indonesia yang sedang melaju, disalib kendaraan yang ngebut tadi.

Esoknya, Seputar Indonesia memberitakan:
"Kemarin, sebuah mobil Mercedes dan BMW berkejaran dengan kecepatan mendekati dua ratus kilometer per jam di jalan tol Jagorawi. Di belakang kedua mobil buatan Jerman yang sangat terkenal itu, sebuah mobil Timor buatan negeri kita membunyikan klakson tidak henti-hentinya, meminta jalan untuk melesat ke depan."

polwan cantik

Disebuah perempatan jln raya, lampu merahpun menyala tanda semua kendaraan bermotor harus berhenti. Dasar tukang becak biasalah..nylonong aje. nah bersamaan ama tukang becak, ada sepasang suami istri sedang mengendarai motor baru. sepasang suami istri ini bibirnya sumbing semua,na'udzubillah ye... kcian bgt. nah.. karena baru bisa ngendarai mtor jd kurang tahu tuh ame yang namanye rambu2. ngikut aje ma tukang becak yang nekat. tak ayal sempritanpun berbunyi, ehh maaf peluit coy. Munculah disana sorang POLWAN yang cantik menghampiri Bpk2 yang sumbing td. "Selamat siang bapak!!"POLWAN menyapa dgn suara lembut bgt, wiiih...mantep coy. Bpk2 itu langsung copot helm n tersenyum. Polwan itu langsung menginterogasi, "Bapak namanya siapa??". Bapak2 itu menjawab dengan begitu jelasnya "Memek lu nikmat", sambil menyodorkan kartu SIMnya. mendengar spt itu, Polwan cantik itu tersentak n memperlihatkan warna muka merahnya, alias marah. Namun sambil melihat kartu SIM bpk2 td akhirnya muka merah yang diperlihatkan mulai memutih kembali menampakkan kecantikannya sambil tersenyum manis. OOoo. nama bapak "MEMET RUKHIMAT". ( he..he..he.... ya iyalah bibirnye aje sumbing mana mungkin bs ngomong jelas ye?) maaf ye cm sekedar humor aje. Moga kita,istri kita,keturunan kita,saudara2 kita, tmn2 kita n semuanya diberi kesehatan. Amiin..

nonton yuk bagi yang pengen gambar

Jumat, 04 Desember 2009

seksi pict



WHO IS SHE????


tebak dung siapa yuk yang ini????
pintar dia asia carera.

High Enough

By: Damyankess

Verse 1

Asus2
I don't wanna hear about it anymore.
F#m7
It's a shame I've got to live without you anymore.
Esus
There's a fire in my heart,
E Dsus2
A pounding in my brains drivin' me crazy.

Verse 2:

Asus2
We don't need to talk about it anymore.
F#m7
Yesterday's just a memory, can we close the door?
Esus
I just made one mistake,
E Dsus2
I didn't know what to say when you called me baby.

PreChorus:
F G
Dont' say good night.
F Am
Say you're gonna stay forever.
F G A
Oh woah all the way

Chorus:
D A Bm
Can you take me high enough?
Em G A
To fly me over, (fly me over) yesterday
D A Bm
Can you take me high enough?
Em
It's never over
G
And yesterday's just a memory (yesterday's just a memory)

Verse 3:

Asus2
I don't wanna live without you anymore.
F#m7
Can't you see I'm in misery? And you know for sure
Esus
I would live and die for you
E Dsus2
I know just what to do when you call me baby

PreChorus:
F G
Dont' say goodbye.
F Am
Say you're gonna stay forever.
F G A
Oh woah all the way

Chorus:
D A Bm
Can you take me high enough?
Em G A
Can you fly me over, (fly me over) yesterday?
D A Bm
Can you take me high enough?
Em
It's never over
G A
And yesterday's just a memory of ya

Bridge:

Bm D A
honey(Whoa, Whoa - oh - oh oh)I was running for the
Bm D
door(Whoa, Whoa - oh - oh oh)
A Bm D
The next thing I remember (Whoa, Whoa - oh - oh oh)
A Bm D
I was running back for More (Whoa, Whoa - oh - oh oh)
A
Yay, Yay, yay, yay, ye-ah

back to:
PreChorus
Chorus:

chord
From low E to High E

Like a Stone

By: Audio Slave

E|-----------------------------------|
B|-----------------------------------|
G|--------------------------8---7----|
D|--8------10---------7--------------|
A|-----10------8---5-----6-----------|
E|-----------------------------------|
CHORUS CHORDS:
----------------
E|------------------------------------|--
B|------------------------------------|--
G|-----------------8----7-------------|----
D|--5----8----3----8----7-------------|------
A|--5----8----3----6----5-------------|----
E|--3----6----1----6----5-------------|----
G5 A#5 F5 D#5 D5
INTERLUDE CHORDS:
-------------------
E|--6----6----5----6----3----3------|
B|--8----6----7----7----5----3------|
G|--8----7----7----8----5----3------|
D|--8----8----7----8----5----5------|
A|--6----8----5----6----3----5------|
E|-------6-------------------3------|
D# A# D D#m C Gm
INTRO (x2)
VERSE:
On a cold wet afternoon
No room for love and emptiness
By a freeway
I confess I was lost in the pages
Of a book full of death
Reading how we'll die alone
And if a God will lay to rest
Anywhere we want to go
CHORUS:
G5 A#5 F5 G5
In your house, I long to be
G5 A#5 F5 G5
Room by room, patiently
D#5 G5 F5 G5
I'll wait for you there, like a stone
D#5 G5 D5
I'll wait for you there, alone
INTRO (x1)
VERSE:
And on my death bed I will prey
To the Gods and the angels
Like a pagan
To anyone who will take me to heaven
To a place I would recall
I was there so long ago
The sky was bruised the world was black
And there you led me on
CHORUS:
G5 A#5 F5 G5
In your house, I long to be
G5 A#5 F5 G5
Room by room, patiently
D#5 G5 F5 G5
I'll wait for you there, like a stone
D#5 G5 D5 D5
I'll wait for you there, alone, alone
SOLO:
------
E|-15--17--18---20--18--17--15----15--17-------18--20---22-----|
B|----------------------------------------18-------------------|
G|-------------------------------------------------------------|
D|-------------------------------------------------------------|
A|-------------------------------------------------------------|
E|-------------------------------------------------------------|
E|----------------------------------------|
B|----------------------------------------|
G|--15-15-15-14-14-14---------------------|
D|--------------------15-15-15-12-12-12---| (x4)
A|----------------------------------------|
E|----------------------------------------|
E|------------------------------------------------|
B|------------------------------------------------|
G|----------------------10-12-14-15-14-15-14~~----|
D|------------10-12-13----------------------------|
A|--10-12-13--------------------------------------|
E|------------------------------------------------|
INTERLUDE:
D# A#
In all I read
D D#
Till the day was gone
D#m C
And I sat in regret
D Gm
In all the things I've done
For all that I've blessed
And all that I've wronged
In dreams till my death
I will wonder on
CHORUS:
In your house, I long to be
Room by room, patiently
I'll wait for you there, like a stone
I'll wait for you there, alone, alone
end on D#5

Santa Fe

this song is popular by bon jovi

Intro: G D Em

Am C D

G D Em
They say that no man is an island.
Am C D
And good things come to those who wait.
G D Em
But things I hear are there just to remind me.
C D Em
Every dog will have his day.
G D Em
The spirits, they intoxicate me.
Am C D
I watched them infiltrate my soul.
G D G D Am Em
They tried to say its too late for me.
C D Em
Tell my guns I'm coming home.

C D G
I swear I'm gonna live forever.
C D Em
Tell my maker he can wait.
C D G D Am Em
I'm riding somewhere south of heaven.
C D Em
Heading back to Santa Fe.
C D Em
Its Judgement Day in Santa Fe.

G D Em
Once I was promised absoulution.
Am C D
There's only one solution for my sins.
G D Em
You gotta face your ghosts and know with no illusions
C D Em
That only one of you is going home again.

G D Em
And I blame this world for making a good man evil.
Am C D
And its this world that can drive a good man mad.
G D G D Am Em
And its this world that turns a killer into a hero.
C D Em
Well I blame this world for making a good man bad.

C D G
Now I ain't gettin into heaven.
C D Em
If the devil has his way.
C D G D Am Em
I swear I'm gonna live forever.
C D Em
Heading back to Santa Fe.
C D G
Got debts to pay in Santa Fe.
C D Em
Its judgement day in Santa Fe.
*Lord have mercy*
Solo:
G D Em Am C D
G D Em C D Em
C D
So I save a prayer when I need it most
G Em
To the Father, Son and the Holy Ghost.
C D Em
And sign it from a sinner with no name.
C D
When I meet my maker will he close the book
G Em
On the hearts I broke and the lives I took?
C D Em
Will he walk away 'cause my soul's too late to save?
C D G Em
Now I ain't gettin' into heaven.
C D Em
If the devil has his way.
C D G D Am Em
I swear I'm gonna live forever.
C D Em
Heading back to Santa Fe.
C D G
I got debts to pay in Santa Fe.
C D Em
Its judgement day in Santa Fe.

Rabu, 02 Desember 2009

Guitar Chord - Open your heart

Artis: Europe

Intro:Bm D Em A, Bm D Em A

Bm D
Days filled with joy, and days filled with sorrow
Em A
I don't know just what to do.
Bm D
Am I happy today? Am I lonely tomorrow?
Em A
Everything depends on you.
G Em D Bm
And I've been waiting for the angels to knock on my door.
G Em D A G A G A G
I've been hoping that everything could be like before.
Bm D
Open your heart and tell me whats wrong.
Em A
Why can't yo talk like you used to do before?
Bm
I don't know if I'm weak.
D
I don't know if I'm strong.
Em A
Hey girl I can't cope anymore.
G Em D Bm
And I've been waiting for the angels to knock on my door.
G Em D A G A G A G
I've been hoping that everything could be like before.
Bm G D A, Bm G D A
Bm G D A
Open your heart, let me hear you
Bm G D A
Make up your mind, I want to hear you call
Bm G D A
Open your heart, want to come near you
Bm G D A (Bm)
And make up your mind before we lose it all.
Maybe that time has it's own way of healing.
Maybe it dries the tears in your eyes
But never change the way that I'm feeling.
Only you can answer my cries.
Repeat Refrain
Repeat Chorus
Instrumental chorus
Repeat Chorus.

Giutar Chord - Romeo And Juliet

Artis: Dire Straits

intro:
F Dm x4
Verse I:
F C Dm C F
A lovestruck Romeo sings the streets a serenade
F C Dm C Bb
Laying everybody low with a love song that he made
C Bb C F
Finds a street light steps out into the shade
Bb C
Says something like you and me babe, how about it?
F C Dm C F
Juliet says hey it's Romeo, you nearly gave me a heart attack
F C Dm C Bb
He's underneath the window, she's singing hey la my boyfriends back
C Bb C F
you shouldn't come around here singing up to people like that
Bb C
Anyway, what you gonna do about it?
Chorus I:
F C Dm C Bb
Juliet the dice was loaded from the start
F C Dm C Bb
And I bet, and you exploded in my heart.
F C Dm Bb
And I forget, I forget, the movie song
Gm F Bb C Dm C F
When you gonna realize it was just that the time was wrong Juliet?
Verse II:
Come up on different streets, they both the streets of shame
Both dirty both mean, yes and even and dream was just the same
And I dreamed your dream for you and now your dream is real.
How can you look at me as if I was just another part of your deal
Well you can fall for chains of silver, you can fall for chains of gold.
you can fall for pretty strangers and the promises they hold
You promised me everything, you promised me thick and thin yeah
Now you just say oh Romeo yeah, I used to have a scene with him.
Chorus II:
Juliet when we made love you used to cry
you said I love you like the stars above I'll love you till I die
There's a place for us, you know the movie song
When you gonna realize it was just that the time was wrong Juliet?
Verse III:
I can't do the talk, like they talk on the tv
I can't do a love song, like the way it's meant to be.
I can't do anything, but I'd do anything for you.
I cant't do anything but be in love with you.
And all I do is miss you and the way we used to be
All I do is keep the beat and bad company.
All I do is kiss you through the bars of a rhyme
Juliet I'd do the stars with you anytime.
Repeat Chorus II:
Verse IV:
A love struck Romeo, sings the streets a serenade.
Now he's laying everymody low, with a love song that he made.
Finds a convenient street light, steps out of the shade
Says something like you and me babe how about it
outro:
Bb C (as long as the lead player can do those tasty fills)
p.s. A second guitarist playing in first position really fills this song
out if you are not doing it with a full band.

Selasa, 01 Desember 2009

Guitar Chord - High Enough

Damyankess

Verse 1

Asus2
I don't wanna hear about it anymore.
F#m7
It's a shame I've got to live without you anymore.
Esus
There's a fire in my heart,
E Dsus2
A pounding in my brains drivin' me crazy.

Verse 2:

Asus2
We don't need to talk about it anymore.
F#m7
Yesterday's just a memory, can we close the door?
Esus
I just made one mistake,
E Dsus2
I didn't know what to say when you called me baby.

PreChorus:
F G
Dont' say good night.
F Am
Say you're gonna stay forever.
F G A
Oh woah all the way

Chorus:
D A Bm
Can you take me high enough?
Em G A
To fly me over, (fly me over) yesterday
D A Bm
Can you take me high enough?
Em
It's never over
G
And yesterday's just a memory (yesterday's just a memory)

Verse 3:

Asus2
I don't wanna live without you anymore.
F#m7
Can't you see I'm in misery? And you know for sure
Esus
I would live and die for you
E Dsus2
I know just what to do when you call me baby

PreChorus:
F G
Dont' say goodbye.
F Am
Say you're gonna stay forever.
F G A
Oh woah all the way

Chorus:
D A Bm
Can you take me high enough?
Em G A
Can you fly me over, (fly me over) yesterday?
D A Bm
Can you take me high enough?
Em
It's never over
G A
And yesterday's just a memory of ya

Bridge:

Bm D A
honey(Whoa, Whoa - oh - oh oh)I was running for the
Bm D
door(Whoa, Whoa - oh - oh oh)
A Bm D
The next thing I remember (Whoa, Whoa - oh - oh oh)
A Bm D
I was running back for More (Whoa, Whoa - oh - oh oh)
A
Yay, Yay, yay, yay, ye-ah

back to:
PreChorus
Chorus:

chord
From low E to High E

Poem - This loneliness kills me.

This loneliness kills me
Your silence kills me
Heart says to dig a well-
And cover my face
Enemy climate kills me

I asked to moon, I asked to stars
I asked the breezes flow here
Why loneliness is painful…
I asked in the party-
They fingering at you
Soft and glowing skin
Covering the velvet due
Imagining on you kills me
Helpless mind kills me

Some time in some way look at me
Waiting for you on courtyard, just see
When you will come to my house
It will lighten all the way
Nights are very alone, evening is scary
Sun is crying all the day
Nature’s tragedy kills me
This loneliness kills me.

Aditya Pratap Nayak

Poem - The High

Assurance flees the mind
As calmness of the high seems to ease the silent cries
Close your eyes
Sacrifice, is nothing if you don’t die a little inside
It consumes like a meditation
Reacts like a recreation
Numbing the sensation of any feeling or emotion
Holding back all assumptions
Promised the promotions of life
Complete lies
Like stepping in and out of time
We’ve lost the moments
But conscious of atonements
Seeking lost components of shattered memories of the past
For how long will it last?
They’re forgotten, not rotten
Running towards the future
By then we would have differed our ways
By words of praise

brittany nicole jones