Kamis, 31 Desember 2009

Like a Stone

this is my fullnes memory with someone when i wait for him just like a stone
this song is singing by: Audio Slave

E|-----------------------------------|
B|-----------------------------------|
G|--------------------------8---7----|
D|--8------10---------7--------------|
A|-----10------8---5-----6-----------|
E|-----------------------------------|
CHORUS CHORDS:
----------------
E|------------------------------------|--
B|------------------------------------|--
G|-----------------8----7-------------|----
D|--5----8----3----8----7-------------|------
A|--5----8----3----6----5-------------|----
E|--3----6----1----6----5-------------|----
G5 A#5 F5 D#5 D5
INTERLUDE CHORDS:
-------------------
E|--6----6----5----6----3----3------|
B|--8----6----7----7----5----3------|
G|--8----7----7----8----5----3------|
D|--8----8----7----8----5----5------|
A|--6----8----5----6----3----5------|
E|-------6-------------------3------|
D# A# D D#m C Gm
INTRO (x2)
VERSE:
On a cold wet afternoon
No room for love and emptiness
By a freeway
I confess I was lost in the pages
Of a book full of death
Reading how we'll die alone
And if a God will lay to rest
Anywhere we want to go
CHORUS:
G5 A#5 F5 G5
In your house, I long to be
G5 A#5 F5 G5
Room by room, patiently
D#5 G5 F5 G5
I'll wait for you there, like a stone
D#5 G5 D5
I'll wait for you there, alone
INTRO (x1)
VERSE:
And on my death bed I will prey
To the Gods and the angels
Like a pagan
To anyone who will take me to heaven
To a place I would recall
I was there so long ago
The sky was bruised the world was black
And there you led me on
CHORUS:
G5 A#5 F5 G5
In your house, I long to be
G5 A#5 F5 G5
Room by room, patiently
D#5 G5 F5 G5
I'll wait for you there, like a stone
D#5 G5 D5 D5
I'll wait for you there, alone, alone
SOLO:
------
E|-15--17--18---20--18--17--15----15--17-------18--20---22-----|
B|----------------------------------------18-------------------|
G|-------------------------------------------------------------|
D|-------------------------------------------------------------|
A|-------------------------------------------------------------|
E|-------------------------------------------------------------|
E|----------------------------------------|
B|----------------------------------------|
G|--15-15-15-14-14-14---------------------|
D|--------------------15-15-15-12-12-12---| (x4)
A|----------------------------------------|
E|----------------------------------------|
E|------------------------------------------------|
B|------------------------------------------------|
G|----------------------10-12-14-15-14-15-14~~----|
D|------------10-12-13----------------------------|
A|--10-12-13--------------------------------------|
E|------------------------------------------------|
INTERLUDE:
D# A#
In all I read
D D#
Till the day was gone
D#m C
And I sat in regret
D Gm
In all the things I've done
For all that I've blessed
And all that I've wronged
In dreams till my death
I will wonder on
CHORUS:
In your house, I long to be
Room by room, patiently
I'll wait for you there, like a stone
I'll wait for you there, alone, alone
end on D#5

Rabu, 30 Desember 2009

Festival Ogoh-Ogoh on Lombok Island

Surely you know bali right? one of the Balines culture is ogoh-ogoh pestifal, ogoh-ogoh pestifal executed one day before the day of nyepi so to friends which have never see the ogoh-ogoh pastifal here is the photo of ogoh-ogoh pestifal.

Kamis, 10 Desember 2009

Navigasi Darat

Navigasi Darat
Pecinta Alam, Tips & tricks, Tutorial Add comments

nah yang ini adalah untuk bahan pembanding yang saya ambil dari http://www.facebook.com/topic.php?uid=66519007833&topic=12431, terserah teman-teman yang mana yang lebih gampang dipahami. go adventure

Bagaimanapun juga yang namanya keahlian dalam bernavigasi itu sangat penting untuk para pendaki gunung, penjelajah, petualang, ataupun tukang ngrusug-ngrusug hutan rimba pemula. Nah, disini aku sama temen-temen satu profesi mau coba menjelaskan tentang navigasi darat. Ya udah ga usah panjang lebar aku langsung aja..

Navigasi darat merupakan ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi.

Dalam mendaki naik gunung, ada pengetahuan dasar khususnya menyangkut navigasi darat atau peta-kompas yang harus dimiliki seorang pendaki. Peralatan navigasi standar yang harus dibawa saat mendaki gunung adalah peta, kompas, dan altimeter. Dalam arti populer, peta adalah representasi bentuk bentang bumi yang dicetak di kertas.

Peta sendiri ada banyak ragamnya, sesuai keperluan. Namun peta yang bermanfaat bagi pendaki gunung adalah topografi, peta yang menggambarkan bentuk-bentuk dan kondisi permukaan bumi. Dalam melihat peta, perhatikan skala atau perbandingan jarak dengan jarak sebenarnya. Skala peta dapat ditunjukkan dalam angka (misalnya 1:250.000) atau dalam bentuk garis. Untuk itu, jangan menggunakan fotokopi peta yang diperbesar atau diperkecil ukurannya.

Selain membingungkan penghitungan jarak, pembesaran peta tidak menunjukkan akurasi relief bumi. Ada baiknya, pendaki lebih dahulu mempelajari makna le-genda (simbol konvensional) dan kontur-garis penunjuk relief bumi-yang ada di peta. Penjelasan legenda selalu ada di bagian bawah peta. Dengan membaca kontur, dapat dibayangkan kondisi medan sebenarnya. Garis-garis kontur bersisian rapat menunjukkan medan yang curam, bila jarang berarti medannya landai.

Lengkungan kontur yang menonjol keluar dari sebuah titik, menggambarkan punggung bukit atau gunung (ridge), sebaliknya adalah lembah. Di lembah-lembah seperti itu biasanya ada aliran sungai. Ditambah kompas, peta merupakan alat untuk dapat menentukan posisi pendaki di gunung atau menunjukkan arah jalan. Teknik menggunakan variasi kompas dan peta dikenal dengan cross bearing, terbagi dalam resection (menentukan posisi kita di dalam peta) dan intersection (menentukan posisi satu tempat di peta).

Resection dilakukan dengan mula-mula mencari dua titik di medan sebenarnya yang dapat diidentifikasi dalam peta seperti puncak-puncak gunung. Kedua, hitunglah sudut (azimuth) kedua obyek tadi terhadap arah utara dengan kompas. Ketiga, pindahlah ke peta. Dengan menggunakan busur derajat, letakkan titik pusat busur derajat menghimpit titik identifikasi obyek dalam peta. Bila sudut azimuth yang diperoleh kurang dari 180 derajat, tambahkan azimuth itu dengan angka 180 derajat. Bila azimuth yang didapat dari kompas lebih dari 180 derajat, tambahkan dengan angka 180 derajat. Keempat, gunakan angka hasil perhitungan itu (dinamakan teknik back azimuth) untuk membuat garis lurus dari titik identifikasi. Perpotongan dua garis dari dua titik identifikasi menunjukkan letak kita di dalam peta.

Menentukan titik awal perjalanan di peta merupakan hal yang penting. Di tengah perjalanan, seorang pendaki kerap tidak dapat memainkan teknik cross bearing karena faktor cuaca atau medan yang tidak memungkinkan melihat titik-titik orientasi. Bila demikian, membandingkan keadaan medan sekitar dengan kontur peta dan merunutnya dari titik awal perjalanan, kadang menjadi satu-satunya cara menentukan posisi. Dalam keadaan seperti itu, altimeter atau piranti penunjuk ketinggian sangat dibutuhkan.

Saat ini fungsi kompas dan altimeter dapat diganti dengan GPS (Global Positioning System/piranti canggih menggunakan sinyal satelit). Dengan alat itu, pendaki dapat mengetahui kedudukannya dalam lintang dan bujur (koordinat) bumi. Pemakainya tinggal mencari besaran koordinat di peta. Bahkan GPS model mutakhir dapat menyimpan rekaman gambar peta melalui CD-Rom. Dengan begitu, pendaki bisa mengabaikan peta karena peta sekaligus tersaji di layar monitornya. Bisa juga menggunakan jam tangan keluaran suunto dan casio yang ada fitur altimeter, barometer dan kompas.

Peta
Peta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas, kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu. Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. Peta ini memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.

Beberapa unsur yang bisa dilihat dalam peta :

* udul peta; biasanya terdapat di atas, menunjukkan letak peta
* Nomor peta; selain sebagai nomor registrasi dari badan pembuat, kita bisa menggunakannya sebagai petunjuk jika kelak kita akan mencari sebuah peta
* Koordinat peta; penjelasannya dapat dilihat dalam sub berikutnya
* Kontur; adalah merupakan garis khayal yang menghubungkan titik titik yang berketinggian sama diatas permukaan laut.
* Skala peta; adalah perbandingan antara jarak peta dan jarak horizontal dilapangan. Ada dua macam skala yakni skala angka (ditunjukkan dalam angka, misalkan 1:25.000, satu senti dipeta sama dengan 25.000 cm atau 250 meter di keadaan yang sebenarnya), dan skala garis (biasanya di peta skala garis berada dibawah skala angka).
* Legenda peta, adalah simbol-simbol yang dipakai dalam peta tersebut dibuat untuk memudahkan pembaca menganalisa peta.

Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960. Peta AMS biasanya berskala 1:50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000 (dengan interval kontur 12,5m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.

Koordinat
Peta Topografi selalu dibagi dalam kotak-kotak untuk membantu menentukan posisi dipeta dalam hitungan koordinat. Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain.

Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu :

* Koordinat Geografis (Geographical Coordinate)
Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik. Pada peta Bakosurtanal, biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3.7 cm. Pada skala 1:25.000, satu karvak sama dengan 30 detik (30″), dan pada peta skala 1:50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60″).
* Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM)
Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Untuk wilayah Indonesia, titik acuan berada disebelah barat Jakarta (60 LU, 980 BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan horizontal dari barat ke timur. Sistem koordinat mengenal penomoran 4 angka, 6 angka dan 8 angka. Pada peta AMS, biasanya menggunakan koordinat grid. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Karena itu untuk penentuan koordinat koordinat grid 4 angka, dapat langsung ditentukan. Penentuan koordinat grid 6 angka, satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi sepuluh bagian (per 1mm).

Analisa Peta
Salah satu faktor yang sangat penting dalam navigasi darat adalah analisa peta. Dengan satu peta, kita diharapkan dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan medan sebenarnya, meskipun kita belum pernah mendatangi daerah di peta tersebut.

* Unsur dasar peta
Untuk dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya, pertama kali kita harus cek informasi dasar di peta tersebut, seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta dan sebagainya. Disamping itu juga bisa dianalisa ketinggian suatu titik (berdasarkan pemahaman tentang kontur), sehingga bisa diperkirakan cuaca, dan vegetasinya.
* Mengenal tanda medan
Disamping tanda pengenal yang terdapat dalam legenda peta, kita dapat menganalisa peta topografi berdasarkan bentuk kontur. Beberapa ciri kontur yang perlu dipahami sebelum menganalisa tanda medan :

Antara garis kontur satu dengan yang lainnya tidak pernah saling berpotongan Garis yang berketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis yang berketinggian lebih tinggi, kecuali diberi keterangan secara khusus, misalnya kawah. Beda ketinggian antar kontur adalah tetap meskipun kerapatan berubah-ubah Daerah datar mempunyai kontur jarang-jarang sedangkan daerah terjal mempunyai kontur rapat.

Beberapa tanda medan yang dapat dikenal dalam peta topografi :

* Puncak bukit atau gunung biasanya berbentuk lingkaran kecil, tertelak ditengah-tengah lingkaran kontur lainnya.
* Punggungan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk U yang ujungnya melengkung menjauhi puncak
* Lembahan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk V yang ujungnya tajam menjorok kepuncak. Kontur lembahan biasanya rapat.
* Saddle, daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian
* Pass, merupakan celah memanjang yang membelah suatu ketinggian
* Sungai, terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian kontur, biasanya ada di lembahan, dan namanya tertera mengikuti alur sungai. Dalam membaca alur sungai ini harap diperhatikan lembahan curam, kelokan-kelokan dan arah aliran.
* Bila peta daerah pantai, muara sungai merupakan tanda medan yang sangat jelas, begitu pula pulau-pulau kecil, tanjung dan teluk

Pengertian akan tanda medan ini mutlak diperlukan, sebagai asumsi awal dalam menyusun perencanaan perjalanan diperlukan Kompas. Kompas adalah alat penunjuk arah, dan karena sifat magnetnya, jarumnya akan selalu menunjuk arah utara selatan (meskipun utara yang dimaksud disini bukan utara yang sebenarnya, tapi utara magnetis). Secara fisik, kompas terdiri dari :

* Badan, tempat komponen lainnya berada
* Jarum, selalu menunjuk arah utara selatan, dengan catatan tidak dekat dengan megnet lain/tidak dipengaruhi medan magnet, dan pergerakan jarum tidak terganggu/peta dalam posisi horizontal.
* Skala penunjuk, merupakan pembagian derajat sistem mata angin.
* Jenis kompas yang biasa digunakan dalam navigasi darat ada dua macam yakni kompas bidik (misal kompas prisma) dan kompas orienteering (misal kompas silva, suunto dll). Untuk membidik suatu titik, kompas bidik jika digunakan secara benar lebih akurat dari kompas silva. Namun untuk pergerakan dan kemudahan ploting peta, kompas orienteering lebih handal dan efisien.

Dalam memilih kompas, harus berdasarkan penggunaannya. Namun secara umum, kompas yang baik adalah kompas yang jarumnya dapat menunjukkan arah utara secara konsisten dan tidak bergoyang-goyang dalam waktu lama. Bahan dari badan kompas pun perlu diperhatikan harus dari bahan yang kuat/tahan banting mengingat kompas merupakan salah satu unsur vital dalam navigasi darat

Orientasi Peta
Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya ( atau dengan kata lain menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya). Sebelum anda mulai orientasi peta, usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta. Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama puncakan, nama sungai, desa dll. Jadi minimal anda tahu secara kasar posisi anda dimana.

Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda dipeta adalah benar. Langkah-langkah orientasi peta :

* Usahakan untuk mencari tempat yang berpemandangan terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok.
* Siapkan kompas dan peta anda, letakkan pada bidang datar
* Utarakan peta, dengan berpatokan pada kompas, sehingga arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya
* Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekitar anda, dan temukan tanda-tanda medan tersebut di peta. Lakukan hal ini untuk beberapa tanda medan
* Ingat tanda-tanda itu, bentuknya dan tempatnya di medan yang sebenarnya. Ingat hal-hal khas dari tanda medan.

Jika anda sudah lakukan itu semua, maka anda sudah mempunyai perkiraan secara kasar, dimana posisi anda di peta. Untuk memastikan posisi anda secara akurat, dipakailah metode resection.

Resection
Resection adalah menentukan posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dan dapat dibidik (untuk latihan resection biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebon teh misalnya, agar tanda medan yang ekstrim terlihat dengan jelas). Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua, tapi posisinya sudah pasti.

Langkah-langkah melakukan resection :

* Lakukan orientasi peta
* Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal 2 buah
* Dengan busur dan penggaris, buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut (untuk alat tulis paling ideal menggunakan pensil mekanik).
* Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik. Kompas orienteering dapat digunakan, namun kurang akurat.
* Pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan.
* Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita dipeta.

Intersection
Intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan tetapi sukar untuk dicapai. Sebelum intersection kita sudah harus yakin terlebih dahulu posisi kita dipeta. Biasanya sebelum intersection, kita sudah melakukan resection terlebih dahulu.

Langkah-langkah melakukan intersection adalah:

* Lakukan orientasi peta
* Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta.
* Bidik obyek yang kita amati
* Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta
* Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. Lakukan langkah 1-3
* Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.

Peralatan yang dibutuhkan :

* Kompas bidik atau prisma
* Conector
* Peta Topografi
* Pensil
* Penggaris
* Spidol warna

Azimuth - Back Azimuth
Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperolah sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. Kebalikannya adalah back azimuth.

Dalam resection back azimuth diperoleh dengan cara:

* Jika azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º maka back azimuth sama dengan azimuth dikurangi 180º. Misal anda membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azimuthnya adalah 200º- 180º = 20º
* Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya dama dengan 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, seiperoleh azimuth 160º, maka back azimuthnya adalah 180º+160º = 340º

Dengan mengetahui azimuth dan back azimuth ini, memudahkan kita untuk dapat melakukan ploting peta (penarikan garis lurus di peta berdasarkan sudut bidikan). Selain itu sudut kompas dan back azimuth ini dipakai dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus/ man to man). Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

* Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Hitung pula sudut dari titik akhir ke titik awal. Sudut ini dinamakan back azimuth.
* Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan.
* Perhatikan tanda medan lain pada lintasan yang dilalui.
* Bidikkan kompas seusai dengan arah perjalanan kita, dan tentukan tanda medan lain di ujung lintasan/titik bidik. Sudut bidikan ini dinamakan azimuth.
* Pergi ke tanda medan di ujung lintasan, dan bidik kembali ke titik pertama tadi, untuk mengecek apakah arah perjalanan sudah sesuai dengan sudut kompas (back azimuth).
* Sering terjadi tidak ada benda/tanda medan tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran. Untuk itu dapat dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda. Sistem pergerakan semacam ini sering disebut sebagai sistem man to man.

Merencanakan Jalur Lintasan
Dalam navigasi darat tingkat lanjut, kita diharapkan dapat menyusun perencanaan jalur lintasan dalam sebuah medan perjalanan. Sebagai contoh anda misalnya ingin pergi ke gunung Semeru, tapi dengan menggunakan jalur sendiri. Penyusunan jalur ini dibutuhkan kepekaan yang tinggi, dalam menafsirkan sebuah peta topografi, mengumpulkan data dan informasi dan mengolahnya sehingga anda dapat menyusun sebuah perencanaan perjalanan yang matang. Dalam proses perjalanan secara keseluruhan, mulai dari transportasi sampai pembiayaan, disini kita akan membahas khusus tentang perencanaan pembuatan medan lintasan.

Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum anda memplot jalur lintasan. Pertama, anda harus membekali dulu kemampuan untuk membaca peta, kemampuan untuk menafsirkan tanda-tanda medan yang tertera di peta, dan kemampuan dasar navigasi darat lain seperti resection, intersection, azimuth back azimuth, pengetahuan tentang peta kompas, dan sebagainya, minimal sebagaimana yang tercantum dalam bagian sebelum ini.

Kedua, selain informasi yang tertera dipeta, akan lebih membantu dalam perencanaan jika anda punya informasi tambahan lain tentang medan lintasan yang akan anda plot. Misalnya keterangan rekan yang pernah melewati medan tersebut, kondisi medan, vegetasi dan airnya. Semakin banyak informasi awal yang anda dapat, semakin matang rencana anda.

Tentang jalurnya sendiri, ada beberapa macam jalur lintasan yang akan kita buat. Pertama adalah tipe garis lurus, yakni jalur lintasan berupa garis yang ditarik lurus antara titik awal dan titik akhir. Kedua, tipe garis lurus dengan titik belok, yakni jalur lintasan masih berupa garis lurus, tapi lebih fleksibel karena pada titik-titik tertentu kita berbelok dengan menyesuaian kondisi medan. Yang ketiga dengan guide/patokan tanda medan tertentu, misalnya guide punggungan/guide lembahan/guide sungai. Jalur ini lebih fleksibel karena tidak lurus benar, tapi menyesuaikan kondisi medan, dengan tetap berpatokan tanda medan tertentu sebagai petokan pergerakannya.

Untuk membuat jalur lintasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

* Usahakan titik awal dan titik akhir adalah tanda medan yang ekstrim, dan memungkinkan untuk resection dari titik-titik tersebut.
* Titik awal harus mudah dicapai/gampang aksesnya
* Disepanjang jalur lintasan harus ada tanda medan yang memadai untuk dijadikan sebagai patokan, sehingga dalam perjalanan nanti anda dapat menentukan posisi anda di peta sesering mungkin.
* Dalam menentukan jalur lintasan, perhatikan kebutuhan air, kecepatan pergerakan vegetasi yang berada dijalur lintasan, serta kondisi medan lintasan. Anda harus bisa memperkirakan hari ke berapa akan menemukan air, hari ke berapa medannya berupa tanjakan terjal dan sebagainya.
* Mengingat banyaknya faktor yang perlu diperhatikan, usahakan untuk selalu berdiskusi dengan regu atau dengan orang yang sudah pernah melewati jalur tersebut sehingga resiko bisa diminimalkan.

Penampang Lintasan
Penampang lintasan adalah penggambaran secara proporsional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping, dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan.. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi, dan sudut pendangnya dari atas, agak sulit bagi kita untuk membayangkan bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya, terutama menyangkut ketinggian. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa, bagaimana kira-kira bentuk di medan sebenarnya. Untuk memudahkan kita menggambarkan bentuk medan dari peta topografi yang ada, maka dibuatlah penampang lintasan.

Beberapa manfaat penampang lintasan :

* Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan perjalanan
* Memudahkan kita untuk menggambarkan kondisi keterjalan dan kecuraman medan
* Dapat mengetahui titik-titik ketinggian dan jarak dari tanda medan tertentu

Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas milimeter block, guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke penampang. Langkah-langkah membuat penampang lintasan:

* Siapkan peta yang sudah diplot, kertas milimeter blok, pensil mekanik/pensil biasa yang runcing, penggaris dan penghapus
* Buatlah sumbu x, dan y. sumbu x mewakili jarak, dengan satuan rata-rata jarak dari lintasan yang anda buat. Misal meter atau kilometer. Sumbu y mewakili ketinggian, dengan satuan mdpl (meter diatas permukaan laut). Angkanya bisa dimulai dari titik terendah atau dibawahnya dan diakhiri titik tertinggi atau diatasnya.
* Tempatkan titik awal di sumbu x=0 dan sumbu y sesuai dengan ketinggian titik tersebut. Lalu pada perubahan kontur berikutnya, buatlah satu titik lagi, dengan jarak dan ketinggian sesuai dengan perubahan kontur pada jalur yang sudah anda buat. Demikian seterusnya hingga titik akhir.
* Perubahan satu kontur diwakili oleh satu titik. Titik-titik tersebut dihubungkan sat sama lainnya hingga membentuk penampang berupa garis menanjak, turun dan mendatar.
* Tambahkan keterangan pada tanda-tanda medan tertentu, misalkan nama-nama sungai, puncakan dan titik-titik aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak dan titik istirahat), ataupun tanda medan lainnya. Tambahan informasi tentang vegetasi pada setiap lintasan, dan skala penampang akan lebih membantu pembaca dalam menggunakan penampang yang telah dibuat.

Nah sekrang udah paham semua kan tentang bagaimana kita mempelajari peta hutan dan semacamnya…semoga bermanfaat..

Sumber : Dari Berbagai Sumber

Navigasi Darat

Maaf teman-teman sebenarnya saya jago navdar tapi karena males nulis tak ambil ja dari http://www.bo.cantingweb.com/index.php/materi/39-materi-umum/63-navigasi-darat semoga bermanfaat.

Pengetahuan dasar Navigasi Darat

Sebagai seorang pecinta alam atau orang yang gemar berpetualang, pengetahuan akan peta dan kompas sangatlah mutlak diperlukan. perjalanan ketempat yang jauh dan tidak dikenal akan terasa lebih mudah. Pengetahuan inipun juga berguna bila suatu saat kita diperlukan dalam suatu operasi SAR baik di gunung hutan maupun bencana alam lainnya Navigasi adalah penentuan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya ataupun di peta. oleh sebab itu pemahaman teknik navigasi sangatlah diperlukan.

Oleh : Dede Tunggal

PETA

Peta Garis Kontur permukaan BumiPeta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas, kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu. Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. Peta ini memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.

Membaca Peta

Salah satu faktor yang sangat penting dalam navigasi darat adalah menganalisa peta. Dengan satu peta, kita diharapkan dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan medan sebenarnya, meskipun kita belum pernah mendatangi daerah di peta tersebut.

Unsur dasar peta ; Untuk dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya, pertama kali kita harus cek informasi dasar di peta tersebut, seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta dan sebagainya. Disamping itu juga bisa dianalisa ketinggian suatu titik (berdasarkan pemahaman tentang kontur), sehingga bisa diperkirakan cuaca, dan vegetasinya.

Mengenal tanda medan ; Disamping tanda pengenal yang terdapat dalam legenda peta, kita dapat menganalisa peta topografi berdasarkan bentuk kontur. Beberapa ciri kontur yang perlu dipahami sebelum menganalisa tanda medan :

Antara garis kontur satu dengan yang lainnya tidak pernah saling berpotongan Garis yang berketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis yang berketinggian lebih tinggi, kecuali diberi keterangan secara khusus, misalnya kawah

Beda ketinggian antar kontur adalah tetap meskipun kerapatan berubah-ubah Daerah datar mempunyai kontur jarang-jarang sedangkan daerah terjal mempunyai kontur rapat.

Beberapa tanda medan yang dapat dikenal dalam peta topografi:

Puncak bukit atau gunung biasanya berbentuk lingkaran kecil, tertelak ditengah-tengah lingkaran kontur lainnya.

Punggungan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk U yang ujungnya melengkung menjauhi puncak

Lembahan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk V yang ujungnya tajam menjorok kepuncak. Kontur lembahan biasanya rapat.

Saddle, daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian

Pass, merupakan celah memanjang yang membelah suatu ketinggian

Sungai, terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian kontur, biasanya ada di lembahan, dan namanya tertera mengikuti alur sungai. Dalam membaca alur sungai ini harap diperhatikan lembahan curam, kelokan-kelokan dan arah aliran.

Bila peta daerah pantai, muara sungai merupakan tanda medan yang sangat jelas, begitu pula pulau-pulau kecil, tanjung dan teluk

Pengertian akan tanda medan ini mutlak diperlukan, sebagai asumsi awal dalam menyusun perencanaan perjalanan

KOMPAS

Digunakan untuk petunjuk arahKompas adalah alat penunjuk arah, yang jarumnya akan selalu menunjuk arah utara-selatan (meskipun utara yang dimaksud disini bukan utara yang sebenarnya, tapi utara magnetis).

Secara fisik, kompas terdiri dari :

Badan, tempat komponen lainnya berada Jarum, selalu menunjuk arah utara selatan, dengan catatan tidak dekat dengan megnet lain/tidak dipengaruhi medan magnet, dan pergerakan jarum tidak terganggu/peta dalam posisi horizontal.

Skala penunjuk, merupakan pembagian derajat sistem mata angin.

kompas yang baik adalah kompas yang jarumnya dapat menunjukkan arah utara secara konsisten dan tidak bergoyang-goyang dalam waktu lama. Bahan dari badan kompas pun perlu diperhatikan harus dari bahan yang kuat/tahan banting mengingat kompas merupakan salah satu unsur vital dalam navigasi darat

Jenis Kompas

Jenis kompas yang biasa digunakan dalam navigasi darat ada dua macam yakni kompas bidik (misal kompas prisma) dan kompas orienteering (misal kompas silva, suunto dll). Untuk membidik suatu titik, kompas bidik jika digunakan secara benar lebih akurat dari kompas silva. Namun untuk pergerakan dan kemudahan ploting peta, kompas orienteering lebih handal dan efisien.

TEKNIK PETA-KOMPAS

Orientasi Peta

Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (atau dengan kata lain menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya). Sebelum anda mulai orientasi peta, usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta.

Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama puncakan, nama sungai, desa dll. Jadi minimal anda tahu secara kasar posisi anda dimana. Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda dipeta adalah benar. Langkah-langkah orientasi peta:

Usahakan untuk mencari tempat yang berpemandangan terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok.

Siapkan kompas dan peta anda, letakkan pada bidang datar

Utarakan peta, dengan berpatokan pada kompas, sehingga arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya

Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekitar anda, dan temukan tanda-tanda medan tersebut di peta. Lakukan hal ini untuk beberapa tanda medan Ingat tanda-tanda itu, bentuknya dan tempatnya di medan yang sebenarnya. Ingat hal-hal khas dari tanda medan.

Resection

Prinsip resection adalah menentukan posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dalam peta dan dapat dibidik pada medan sebenarnya (untuk latihan resection biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebun teh misalnya, agar tanda medan terlihat dengan jelas).

Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua, tapi posisinya sudah pasti.

Langkah-langkah melakukan resection : Klik Di Sini!

1. Lakukan orientasi peta
2. Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal 2 buah
3. Dengan busur dan penggaris, buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut (untuk alat tulis paling ideal menggunakan pensil mekanik-B2).
4. Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik.
5. Kompas orienteering dapat digunakan, namun kurang akurat.
6. Pindahkan sudut back azimuth bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya.
7. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan.
8. Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita dipeta.

Intersection

Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan tetapi sukar untuk dicapai atau tidak diketahui posisinya di peta.

Syaratnya, sebelum intersection kita sudah harus yakin terlebih dahulu posisi kita dipeta. Biasanya sebelum intersection, kita sudah melakukan resection terlebih dahulu.

Langkah-langkah melakukan intersection : Klik Di Sini!

1. Lakukan orientasi peta
2. Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta.
3. Bidik obyek yang kita amati
4. Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta
5. Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. Lakukan langkah 1-3
6. Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.

Azimuth - Back Azimuth

Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperolah sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. Kebalikannya adalah back azimuth.

Dalam navigasi, back azimuth diperoleh dengan cara:

Jika azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º maka back azimuth adalah azimuth dikurangi 180º. Misal anda membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azimuthnya adalah 200º- 180º = 20º

Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya adalah 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, diperoleh azimuth 160º, maka back azimuthnya adalah 180º+160º = 340º

Menentukan Arah Tanpa Kompas

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam menentukan arah apabila kompas tidak tersedia atau rusak:

Dengan tanda-tanda alam

Misalnya:

kuburan islam menghadap utara

masjid menghadap kiblat (barat laut)

bagian pohon yang berlumut tebal menunjukan arah timur. Karena sinar matahari yang belum terik pada pagi hari

Dengan Perbintangan Perhatikan arah bulan,bintang dan matahari yang terbit di timur dan terbenam di barat perhatikan rasi bintang Crux (bintang salib atu gubuk penceng) perpanjangan arah diagonal yang memotong horison dari tempat kita adalah Selatan

TEKNIK DASAR SAR

teman-teman yang hobby out door ini ada tip tentang tenik dasar SAR yang saya ambil dari http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2179950499913461537, semoga bermanfaat.

Bagi rekan-rekan yang ingin berbagi pengalaman tentang teknik SAR, daapt bergabung di Web Blog ini, mudah-mudahan referensi tersebut dapat bermanfaat bagi rekan-rekan semua. Salam Jumpa . . . di lapangan.

TEKNIK PENCARIAN SAR

Teknik Pencarian SAR

Sebuah definisi SAR dapat diartikan secara umum adalah suatu misi penyelamatan untuk menyelamatkan jiwa sehingga dalam pergerakan harus berpegang pada 3C yaitu : cepat, cermat dan cekatan. Waktu yang sia-sia ataupun yang tidak efektif dalam pencarian akan mengakibatkan kerugian bagi korban.
Suatu misi SAR akan dilakukan bila telah terjadi laporan kehilangan. Dari sini tenaga-tenaga pencari mulai memfokuskan diri dengan mencari keterangan yang lebih lengkap sambil mencari peta daerah yang bersangkutan. Pendarian informasi bisa melibatkan pihak kepolisian ataupun klub-klub pecinta alam yang telah banyak tersebar di Indonesia terutama klub-klub yang berada di lokasi pencarian. Berita yang diterima haruslah seakurat mungkin termasuk data awal pendakian, lokasi terakhir terlihat, perlengkapan yang dibawa dan yang penting adalah data korban itu sendiri sehingga memudahkan tim pencari untuk menganalisa data.


Teknik Pencarian

Perencanaan pencarian sangat tergantung kepada situasi baik berupa medan maupun data yang telah diperoleh sampai sejauh mana. Dalam usaha pencarian terdapat lima mode yang sering diterapkan ;

1. Preliminery Mode

Pada mode ini usaha yang dilakukan adalah mengumpulkan informasi-informasi awal, sejak pengadaan tenaga operasi, formasi dari perencanaan pencarian awal, perhitungan-perhitungan.

2. Confinement Mode

Yang dilakukan pada mode ini adalah memantapkan garis batas untuk mengurung korban agar berada dalam suatu daerah pencarian. Sasaran mode ini adalah untuk menjebak korban dalam daerah pencarian sehingga jika area tersebut disapu korban akan dapat ditemukan ataupun jika korban bergerak keluar dari daerah pencarian, korban dapat ditangkap atau ditemukan oleh tim pencari. Kerja awal confinement mode ini adalah untuk memagari gerak pencarian korban. Dalam teknik pendariannya, metode yang dapat diterapkan adalah :

Trail Block

Metode trail block in berfungsi untuk memantau alur keluar masuk orang di suatu titik jalan setapak (trail) di daerah pencarian. Suatu tim ditempatkan memantau orang-orang yang datang atau meninggalkan daerah pencarian. Harus ada personil yang tetap berada di pos trail block untuk terus menerus mengawasi jalan setapak sepanjang waktu hingga diperintahkan untuk beralih ke metode lain.

Road Block

Road block pada prinsipnya sama dengan trail block, yang membedakannya hanya kondisi jalan yang lebih besar yang dapat dilalui olhe pengguna mobil. Jika diperlukan atau karena daerah pencarian dinyatakan tertutup, dapat ditempatkan petugas keamanan di lokasi pemblokiran.
Look Out

Metode ini menggunakan tempat yang memiliki ketinggian cukup atau sudut pandang yang luas sehingga memungkinkan pencari untuk dapat memantau dari tempat tersebut. Dari tempat pengamatan diusahakan dapat melihat sungai, lembah-lembah dan sebagainya. Satu tim kecil dapat ditempatkan pada posisi ini, dapat mengawasi daerah dengan teropong dan ada kemungkinan mendeteksi orang apabila bergerak lewat tempat tersebut.
Beberapa bentuk peralatan (asap, bunti-bunyian, lampu, bendera) dapat digunakan oleh tim pencari untuk menarik perhatian korban. Variasi lain adalah tetap menempatkan seorang pengamat, sementara tim kecil lain bergerak memeriksa beberapa lokasi lain dan objek-objek mencurigakan yang berada dalam jarak pandang pengamat.

Camp-In
Camp-In dapat daja berupa look out, trail block atau situaso lain dimana satu tim kecil menempati pos-pos tertentu. Lokasi camp-in merupakan lokasi yang mempunyai batas pandang yang cukup luas. Pertemuan dari jalan setapak, pertemuan cabang sungai dan lain-lain. Tanda-tanda yang dapat menarik perhatian orang yang hilang, yang menunjukkan arah menuju pos-pos tertentu dapat dipergunakan.

Track-Traps
Track-traps juga mirip dengan camp-in, tetapi pada lokasi track traps tidak ditempatkan personil. Yang perlu diperhatikan pada metode ini lokasi tersebut diperkirakan akan dilalui oleh korban.

Salah satu caranya dengan menggunakan jalur jalan yang berlumpur sehingga bila ada orang yang lewat di daerah tersebut akan terlihat jejak-jejaknya. Pemeriksaan lkasi track-traps ini dilakukan secara berkala untuk melihat jejak dan juga kemungkinan orang lain menebarkan debu-debu sehingga meninggalkan jejak jika ada orang yang lewat.
String Lines

Metode ini lebih unggul jika dilakukan di daerah yang berkanopi rimbun atau lebat (hutan tertutup). Bentangan tali yang bertanda akan lebih efektif untuk keperluan pengepungan dibandingkan metode lain. Sedangkan metode-metode look out, camp-in, maupun track traps lebih efketif dilakukan di tempat terbuka. Tags (tanda-tanda) pada string lines akan menarik perhatian korban untuk bergerak mengikuti bentangan tali itu menuju ke tempat yang lebih aman.


3. Detection Mode

Metode detection dilakukan untuk memeriksa tempat-tempat yang dicurigai. Pencarian dengan cara menyapu (sweep search) diperhitungkan untuk menemukan orang ataupun barang-barang yang tercecer. Mode ini dibagi atas tiga search :

Tipe pencarian I

Istilah lainnya adalah reconnaissance atau hastic search. Pencarian ini dilakukan secara sangat cepat sehingga kesannya terburu-buru terhadap area yang paling memungkinkan. Sifatnya pencarian segera terhadap area yang spesifik sekaligus untuk memperoleh informasi tentang lokasi daerah pencarian. Bisa juga dilakukan pemeriksaan berulang-ulang terhadap tempat yang sangat memungkinkan. Metode ini biasanya dilakukan pada tahap awal operasi. Untuk kebutuhan ini diperlukan satu tim yang dapat bergerak cepat.
Tipe pencarian II

Kriterianya adalah efisiensi, pemeriksaan yang cepat dan sistematis atas area yang luas dengan metode penyapuan. Tipe ini adalah pencarian yang cepat atas area yang luas. Pemakaian tipe ini biasanya dilakukan pada tahap awal pencarian, terutama bila jangka waktu orang yang hilang tersebut sangat pendek. Pencarian ini juga dilakukan pada situasi dimana daerah pencarian luas. Tidak ada area-area khusus yang dapat diidentifikasi , dan bila kekurangan tenaga untuk bisa meliputi seluruh area.
Tipe pencarian III

Kriteria tipe ini adalah kecermatan sering juga disebut Close Grid. Pencarian dilakukan dengan menggunakan sistematika yang ketat atas areal yang lebih kecil. Tipe ini dilakukan bila serach area telah terbatas dan tenaga pencari mencukupi. Dan umumnya dilakukan setelah tipe pencarian II.

4. Tracking Mode

Ang dimaksud dengan tracking mode adalah pencarian dengan mengikuti jejak-jejak atau barang-barang yang tercecer, yang ditinggalkan oleh korban berdasarkan data yang dimiliki. Tracking mode biasanya menggunakan anjing pelacak ataupun regu yang terlatih dalam mengesan jejak.

5. Evacuation Mode

Evacuation mode menyangkut masalah evakuasi, perawatan terhadap korban di lapangan dan membawanya ke lokasi yang lebih aman dan lebih baik fasilitasnya

blockcaving

*
* Block Caving Induced Subsidence
* Surface to Underground Mining Interaction
* Publications
* Websites
* Software
* Blogs
* And All The Rest

* Full Review
* Subscribe

Summary
This review describes the underground mining method of block caving. Several publications, websites, links, and software are given, and a number of blogs related to block caving are mentioned.
overview
Click Here!
Block cave mining is a mass mining method that allows for the bulk mining of large, relatively lower grade, orebodies. This method is increasingly being proposed for a number of deposits worldwide, thus the scope for a better understanding of block caving behaviour. Because many existing large open-pit mines are also planning to extend their operations underground by block caving, research is undergoing to investigate the rock deformation mechanisms associated with the transition from surface to underground mining operations.

In general terms block cave mining is characterized by caving and extraction of a massive volume of rock which potentially translates into the formation of a surface depression whose morphology depends on the characteristics of the mining, the rock mass, and the topography of the ground surface (Figure 1). Block cave mining can be used on any orebody that is sufficiently massive and fractured; a major challenge at the mine design stage is to predict how specific orebodies will cave depending on the various geometry of the undercut.
Figure 1: Diagrammatic representation of a typical block cave mining operation. (Image copyright: Atlas Copco)

Block caving has been applied to large scale extraction of various metals and minerals, sometimes in thick beds of ore but more usually in steep to vertical masses. Examples of block caving operations include Northparkes (Australia), Palabora (South Africa), Questa Mine (New Mexico), Henderson Mine (Colorado) and Freeport (Indonesia).

Another way to understand what block caving is all about is to examine this figure:

It shows the essential aspects of block caving: an underground tunnel leading to draw points where the overlying rock, broken by gravity more or less flows to the draw point, to be gathered and taken away for processing.

Dracula Gembel

Di Inggris Utara, ada Underground Cafe yang khusus hanya untuk dracula. Di sana tersedia semua jenis darah dalam botol-botol minuman yang terdiri dari berbagai darah segala kalangan manusia.

Dracula dari Rusia masuk.

“Mau minum, Tuan?” tanya pelayan.

“Ya, beri saya sebotol darah bangsawan abad 17″

“Wah harganya seribu pounds, Tuan”

“No problem, saya punya Credit Card”

Begitu darah bangsawan diberikan, dia mengeluarkan Credit Card dari kantongnya dan meletakkannya di meja, lalu minum dengan santai.

Dracula dari Jepang masuk.

“Mau minum, Tuan?” tanya pelayan.

“Saya minta darah segar dari seorang perawan”

“Tiga ratus pounds, Tuan”

“No probrem, saya punya banyak uang”

Begitu darah segar diberikan, dia mengeluarkan uang kertas dari kantongnya dan meletakkannya di meja, lalu minum dengan santai.

Dracula dari Indonesia masuk.

“Mau minum, Tuan?” tanya pelayan.

“Mmmmmm saya minta segelas air hangat saja”

“Oh itu gratis, Tuan. Tapi dracula tidak minum air, Tuan”

“No problem, saya punya yang instant”

Begitu air hangat diberikan, dia mengeluarkan pembalut wanita bekas dari kantongnya dan mencelupkannya ke air hangat, lalu minum dengan santai…

mobil balap

Balapan Mobil

Sebuah mobil Timor, meluncur di jalan tol jagorawi.

Tidak lama kemudian mobil itu mogok. Sebuah Mercedes berhenti, dan menolong mobil Indonesia tadi dengan menggandengnya di belakang. Pada saat itulah muncul sebuah BMW, melesat dengan kecepatan tinggi. Pengemudi Mercedes tadi penasaran dan langsung tancap gas.

Sopir Timor yang ditarik di belakang Mercedes membunyikan klaksonnya bertubi-tubi dengan muka pucat pasi. Sebab, sementara terseret dalam "balapan" ini, mobil "asli" buatan Indonesia tadi mulai berantakan satu-persatu. Pintunya tanggal, jendelanya copot, baut dan mur beterbangan.

Kebetulan mobil reporter RCTI untuk Seputar Indonesia yang sedang melaju, disalib kendaraan yang ngebut tadi.

Esoknya, Seputar Indonesia memberitakan:
"Kemarin, sebuah mobil Mercedes dan BMW berkejaran dengan kecepatan mendekati dua ratus kilometer per jam di jalan tol Jagorawi. Di belakang kedua mobil buatan Jerman yang sangat terkenal itu, sebuah mobil Timor buatan negeri kita membunyikan klakson tidak henti-hentinya, meminta jalan untuk melesat ke depan."

polwan cantik

Disebuah perempatan jln raya, lampu merahpun menyala tanda semua kendaraan bermotor harus berhenti. Dasar tukang becak biasalah..nylonong aje. nah bersamaan ama tukang becak, ada sepasang suami istri sedang mengendarai motor baru. sepasang suami istri ini bibirnya sumbing semua,na'udzubillah ye... kcian bgt. nah.. karena baru bisa ngendarai mtor jd kurang tahu tuh ame yang namanye rambu2. ngikut aje ma tukang becak yang nekat. tak ayal sempritanpun berbunyi, ehh maaf peluit coy. Munculah disana sorang POLWAN yang cantik menghampiri Bpk2 yang sumbing td. "Selamat siang bapak!!"POLWAN menyapa dgn suara lembut bgt, wiiih...mantep coy. Bpk2 itu langsung copot helm n tersenyum. Polwan itu langsung menginterogasi, "Bapak namanya siapa??". Bapak2 itu menjawab dengan begitu jelasnya "Memek lu nikmat", sambil menyodorkan kartu SIMnya. mendengar spt itu, Polwan cantik itu tersentak n memperlihatkan warna muka merahnya, alias marah. Namun sambil melihat kartu SIM bpk2 td akhirnya muka merah yang diperlihatkan mulai memutih kembali menampakkan kecantikannya sambil tersenyum manis. OOoo. nama bapak "MEMET RUKHIMAT". ( he..he..he.... ya iyalah bibirnye aje sumbing mana mungkin bs ngomong jelas ye?) maaf ye cm sekedar humor aje. Moga kita,istri kita,keturunan kita,saudara2 kita, tmn2 kita n semuanya diberi kesehatan. Amiin..

nonton yuk bagi yang pengen gambar

Jumat, 04 Desember 2009

seksi pict



WHO IS SHE????


tebak dung siapa yuk yang ini????
pintar dia asia carera.

High Enough

By: Damyankess

Verse 1

Asus2
I don't wanna hear about it anymore.
F#m7
It's a shame I've got to live without you anymore.
Esus
There's a fire in my heart,
E Dsus2
A pounding in my brains drivin' me crazy.

Verse 2:

Asus2
We don't need to talk about it anymore.
F#m7
Yesterday's just a memory, can we close the door?
Esus
I just made one mistake,
E Dsus2
I didn't know what to say when you called me baby.

PreChorus:
F G
Dont' say good night.
F Am
Say you're gonna stay forever.
F G A
Oh woah all the way

Chorus:
D A Bm
Can you take me high enough?
Em G A
To fly me over, (fly me over) yesterday
D A Bm
Can you take me high enough?
Em
It's never over
G
And yesterday's just a memory (yesterday's just a memory)

Verse 3:

Asus2
I don't wanna live without you anymore.
F#m7
Can't you see I'm in misery? And you know for sure
Esus
I would live and die for you
E Dsus2
I know just what to do when you call me baby

PreChorus:
F G
Dont' say goodbye.
F Am
Say you're gonna stay forever.
F G A
Oh woah all the way

Chorus:
D A Bm
Can you take me high enough?
Em G A
Can you fly me over, (fly me over) yesterday?
D A Bm
Can you take me high enough?
Em
It's never over
G A
And yesterday's just a memory of ya

Bridge:

Bm D A
honey(Whoa, Whoa - oh - oh oh)I was running for the
Bm D
door(Whoa, Whoa - oh - oh oh)
A Bm D
The next thing I remember (Whoa, Whoa - oh - oh oh)
A Bm D
I was running back for More (Whoa, Whoa - oh - oh oh)
A
Yay, Yay, yay, yay, ye-ah

back to:
PreChorus
Chorus:

chord
From low E to High E

Like a Stone

By: Audio Slave

E|-----------------------------------|
B|-----------------------------------|
G|--------------------------8---7----|
D|--8------10---------7--------------|
A|-----10------8---5-----6-----------|
E|-----------------------------------|
CHORUS CHORDS:
----------------
E|------------------------------------|--
B|------------------------------------|--
G|-----------------8----7-------------|----
D|--5----8----3----8----7-------------|------
A|--5----8----3----6----5-------------|----
E|--3----6----1----6----5-------------|----
G5 A#5 F5 D#5 D5
INTERLUDE CHORDS:
-------------------
E|--6----6----5----6----3----3------|
B|--8----6----7----7----5----3------|
G|--8----7----7----8----5----3------|
D|--8----8----7----8----5----5------|
A|--6----8----5----6----3----5------|
E|-------6-------------------3------|
D# A# D D#m C Gm
INTRO (x2)
VERSE:
On a cold wet afternoon
No room for love and emptiness
By a freeway
I confess I was lost in the pages
Of a book full of death
Reading how we'll die alone
And if a God will lay to rest
Anywhere we want to go
CHORUS:
G5 A#5 F5 G5
In your house, I long to be
G5 A#5 F5 G5
Room by room, patiently
D#5 G5 F5 G5
I'll wait for you there, like a stone
D#5 G5 D5
I'll wait for you there, alone
INTRO (x1)
VERSE:
And on my death bed I will prey
To the Gods and the angels
Like a pagan
To anyone who will take me to heaven
To a place I would recall
I was there so long ago
The sky was bruised the world was black
And there you led me on
CHORUS:
G5 A#5 F5 G5
In your house, I long to be
G5 A#5 F5 G5
Room by room, patiently
D#5 G5 F5 G5
I'll wait for you there, like a stone
D#5 G5 D5 D5
I'll wait for you there, alone, alone
SOLO:
------
E|-15--17--18---20--18--17--15----15--17-------18--20---22-----|
B|----------------------------------------18-------------------|
G|-------------------------------------------------------------|
D|-------------------------------------------------------------|
A|-------------------------------------------------------------|
E|-------------------------------------------------------------|
E|----------------------------------------|
B|----------------------------------------|
G|--15-15-15-14-14-14---------------------|
D|--------------------15-15-15-12-12-12---| (x4)
A|----------------------------------------|
E|----------------------------------------|
E|------------------------------------------------|
B|------------------------------------------------|
G|----------------------10-12-14-15-14-15-14~~----|
D|------------10-12-13----------------------------|
A|--10-12-13--------------------------------------|
E|------------------------------------------------|
INTERLUDE:
D# A#
In all I read
D D#
Till the day was gone
D#m C
And I sat in regret
D Gm
In all the things I've done
For all that I've blessed
And all that I've wronged
In dreams till my death
I will wonder on
CHORUS:
In your house, I long to be
Room by room, patiently
I'll wait for you there, like a stone
I'll wait for you there, alone, alone
end on D#5

Santa Fe

this song is popular by bon jovi

Intro: G D Em

Am C D

G D Em
They say that no man is an island.
Am C D
And good things come to those who wait.
G D Em
But things I hear are there just to remind me.
C D Em
Every dog will have his day.
G D Em
The spirits, they intoxicate me.
Am C D
I watched them infiltrate my soul.
G D G D Am Em
They tried to say its too late for me.
C D Em
Tell my guns I'm coming home.

C D G
I swear I'm gonna live forever.
C D Em
Tell my maker he can wait.
C D G D Am Em
I'm riding somewhere south of heaven.
C D Em
Heading back to Santa Fe.
C D Em
Its Judgement Day in Santa Fe.

G D Em
Once I was promised absoulution.
Am C D
There's only one solution for my sins.
G D Em
You gotta face your ghosts and know with no illusions
C D Em
That only one of you is going home again.

G D Em
And I blame this world for making a good man evil.
Am C D
And its this world that can drive a good man mad.
G D G D Am Em
And its this world that turns a killer into a hero.
C D Em
Well I blame this world for making a good man bad.

C D G
Now I ain't gettin into heaven.
C D Em
If the devil has his way.
C D G D Am Em
I swear I'm gonna live forever.
C D Em
Heading back to Santa Fe.
C D G
Got debts to pay in Santa Fe.
C D Em
Its judgement day in Santa Fe.
*Lord have mercy*
Solo:
G D Em Am C D
G D Em C D Em
C D
So I save a prayer when I need it most
G Em
To the Father, Son and the Holy Ghost.
C D Em
And sign it from a sinner with no name.
C D
When I meet my maker will he close the book
G Em
On the hearts I broke and the lives I took?
C D Em
Will he walk away 'cause my soul's too late to save?
C D G Em
Now I ain't gettin' into heaven.
C D Em
If the devil has his way.
C D G D Am Em
I swear I'm gonna live forever.
C D Em
Heading back to Santa Fe.
C D G
I got debts to pay in Santa Fe.
C D Em
Its judgement day in Santa Fe.

Rabu, 02 Desember 2009

Guitar Chord - Open your heart

Artis: Europe

Intro:Bm D Em A, Bm D Em A

Bm D
Days filled with joy, and days filled with sorrow
Em A
I don't know just what to do.
Bm D
Am I happy today? Am I lonely tomorrow?
Em A
Everything depends on you.
G Em D Bm
And I've been waiting for the angels to knock on my door.
G Em D A G A G A G
I've been hoping that everything could be like before.
Bm D
Open your heart and tell me whats wrong.
Em A
Why can't yo talk like you used to do before?
Bm
I don't know if I'm weak.
D
I don't know if I'm strong.
Em A
Hey girl I can't cope anymore.
G Em D Bm
And I've been waiting for the angels to knock on my door.
G Em D A G A G A G
I've been hoping that everything could be like before.
Bm G D A, Bm G D A
Bm G D A
Open your heart, let me hear you
Bm G D A
Make up your mind, I want to hear you call
Bm G D A
Open your heart, want to come near you
Bm G D A (Bm)
And make up your mind before we lose it all.
Maybe that time has it's own way of healing.
Maybe it dries the tears in your eyes
But never change the way that I'm feeling.
Only you can answer my cries.
Repeat Refrain
Repeat Chorus
Instrumental chorus
Repeat Chorus.

Giutar Chord - Romeo And Juliet

Artis: Dire Straits

intro:
F Dm x4
Verse I:
F C Dm C F
A lovestruck Romeo sings the streets a serenade
F C Dm C Bb
Laying everybody low with a love song that he made
C Bb C F
Finds a street light steps out into the shade
Bb C
Says something like you and me babe, how about it?
F C Dm C F
Juliet says hey it's Romeo, you nearly gave me a heart attack
F C Dm C Bb
He's underneath the window, she's singing hey la my boyfriends back
C Bb C F
you shouldn't come around here singing up to people like that
Bb C
Anyway, what you gonna do about it?
Chorus I:
F C Dm C Bb
Juliet the dice was loaded from the start
F C Dm C Bb
And I bet, and you exploded in my heart.
F C Dm Bb
And I forget, I forget, the movie song
Gm F Bb C Dm C F
When you gonna realize it was just that the time was wrong Juliet?
Verse II:
Come up on different streets, they both the streets of shame
Both dirty both mean, yes and even and dream was just the same
And I dreamed your dream for you and now your dream is real.
How can you look at me as if I was just another part of your deal
Well you can fall for chains of silver, you can fall for chains of gold.
you can fall for pretty strangers and the promises they hold
You promised me everything, you promised me thick and thin yeah
Now you just say oh Romeo yeah, I used to have a scene with him.
Chorus II:
Juliet when we made love you used to cry
you said I love you like the stars above I'll love you till I die
There's a place for us, you know the movie song
When you gonna realize it was just that the time was wrong Juliet?
Verse III:
I can't do the talk, like they talk on the tv
I can't do a love song, like the way it's meant to be.
I can't do anything, but I'd do anything for you.
I cant't do anything but be in love with you.
And all I do is miss you and the way we used to be
All I do is keep the beat and bad company.
All I do is kiss you through the bars of a rhyme
Juliet I'd do the stars with you anytime.
Repeat Chorus II:
Verse IV:
A love struck Romeo, sings the streets a serenade.
Now he's laying everymody low, with a love song that he made.
Finds a convenient street light, steps out of the shade
Says something like you and me babe how about it
outro:
Bb C (as long as the lead player can do those tasty fills)
p.s. A second guitarist playing in first position really fills this song
out if you are not doing it with a full band.

Selasa, 01 Desember 2009

Guitar Chord - High Enough

Damyankess

Verse 1

Asus2
I don't wanna hear about it anymore.
F#m7
It's a shame I've got to live without you anymore.
Esus
There's a fire in my heart,
E Dsus2
A pounding in my brains drivin' me crazy.

Verse 2:

Asus2
We don't need to talk about it anymore.
F#m7
Yesterday's just a memory, can we close the door?
Esus
I just made one mistake,
E Dsus2
I didn't know what to say when you called me baby.

PreChorus:
F G
Dont' say good night.
F Am
Say you're gonna stay forever.
F G A
Oh woah all the way

Chorus:
D A Bm
Can you take me high enough?
Em G A
To fly me over, (fly me over) yesterday
D A Bm
Can you take me high enough?
Em
It's never over
G
And yesterday's just a memory (yesterday's just a memory)

Verse 3:

Asus2
I don't wanna live without you anymore.
F#m7
Can't you see I'm in misery? And you know for sure
Esus
I would live and die for you
E Dsus2
I know just what to do when you call me baby

PreChorus:
F G
Dont' say goodbye.
F Am
Say you're gonna stay forever.
F G A
Oh woah all the way

Chorus:
D A Bm
Can you take me high enough?
Em G A
Can you fly me over, (fly me over) yesterday?
D A Bm
Can you take me high enough?
Em
It's never over
G A
And yesterday's just a memory of ya

Bridge:

Bm D A
honey(Whoa, Whoa - oh - oh oh)I was running for the
Bm D
door(Whoa, Whoa - oh - oh oh)
A Bm D
The next thing I remember (Whoa, Whoa - oh - oh oh)
A Bm D
I was running back for More (Whoa, Whoa - oh - oh oh)
A
Yay, Yay, yay, yay, ye-ah

back to:
PreChorus
Chorus:

chord
From low E to High E

Poem - This loneliness kills me.

This loneliness kills me
Your silence kills me
Heart says to dig a well-
And cover my face
Enemy climate kills me

I asked to moon, I asked to stars
I asked the breezes flow here
Why loneliness is painful…
I asked in the party-
They fingering at you
Soft and glowing skin
Covering the velvet due
Imagining on you kills me
Helpless mind kills me

Some time in some way look at me
Waiting for you on courtyard, just see
When you will come to my house
It will lighten all the way
Nights are very alone, evening is scary
Sun is crying all the day
Nature’s tragedy kills me
This loneliness kills me.

Aditya Pratap Nayak

Poem - The High

Assurance flees the mind
As calmness of the high seems to ease the silent cries
Close your eyes
Sacrifice, is nothing if you don’t die a little inside
It consumes like a meditation
Reacts like a recreation
Numbing the sensation of any feeling or emotion
Holding back all assumptions
Promised the promotions of life
Complete lies
Like stepping in and out of time
We’ve lost the moments
But conscious of atonements
Seeking lost components of shattered memories of the past
For how long will it last?
They’re forgotten, not rotten
Running towards the future
By then we would have differed our ways
By words of praise

brittany nicole jones

Minggu, 29 November 2009

Guide to the New Gym Climber

Submitted by ctardi on 2006-06-06

This article is meant as a bit of a guide to the new gym climber, and answers some of the questions that I had throughout the beginning of my climbing career, which although it is still just starting out, will hopefully last for many more years. I have no qualifications, other than wanting to help out those who go though the same things that I have. I’ve been climbing just over two years, and only made about 20 trips outside, several hundred inside, and have been lucky enough to have many hours with a mentor that has been able to answer almost all of my questions.

I started climbing when I was invited to a birthday party several years ago. At this point, I was what would be referred to as an Unconscious Incompetent. This means that I was unaware that I would even need any skills to continue from there. It’s just pulling yourself up a wall, how hard could it be? Several years, and birthday parties, later, I saw an article in the local paper about a climbing gym having an open house, with climbing, and a B.B.Q. outside. Didn’t have anything else to do that day, the gym was only a 15 minute drive away, and I always wanted to get more into climbing, but never really knew how to get started, so didn’t pursue it.

Upon getting to the gym, I had a harness put on me and did a couple of climbs, even the ‘upside down one!’ This left me with the nagging question, how do you get more into this sport? And what in the world does a climbing team do? Why does the harness strap go through the buckle 3 times? What do all the key chains on the wall do? How about those silly looking things coming out of the floor? I signed up to an intro course / belay course, so I could learn to ‘hold the ropes’. Still at that point, I didn’t believe that there could be any more to it than running it through an upside down Easter basket, and pulling up the wall like a mad man.

The course only put even more questions in my head, but I didn’t want to take away from the other participant’s course, so I held on to them. I wanted to know what stuff was made of, how do you build your own wall, and if this had any relation to climbing outside. At this point, I was a Conscious Incompetent. I knew that there were many more skills that I would need before I could go further. I started climbing whenever I could, in order to build on the little skills that I had at this time, and to start seeking answers to the questions that I had burning in my head. I learned things like the key chains are really quick draws for lead climbing and the aluminum carabiners shouldn’t get dropped onto anything hard.

By this time, I was hanging around with the gym owner, who was great, able to answer all of my questions and told some great stories, as he had had a hand in developing one of the local outdoor climbing areas. About three months after I started climbing, I was getting to the Conscious Competent stage in my climbing. I thought I knew everything there was to know about climbing, although I was very wrong. My belaying, however, impressed someone, as I was asked to work for the gym. This was great for me, as I got to spend a lot of time with people, and educate them about our great sport.

I stayed in this stage for a while, but didn’t have anyone to tell me that I was in this stage, so may have given some dangerous advice, which is not something I recommend. The next step after this is to go on to the Unconscious Competent. I couldn’t tell you if I’m at this step yet, or if you are at this step yet, as this is where you don’t even have to think about what you are doing. This may be argued as where you may be very likely to make mistakes, but most of these can be avoided with buddy checks, and slowing everything down. I can think of 3 incidences in the past little while where a buddy check either saved from a potentially deadly mistake, or was not done and the people involved were lucky. One of these was my fault.

I was climbing with someone who had done it for much longer than I had, and they did not finish their knot. Luckily they were able to complete the climb, and lower without incident, but were rather shaken up. So, slow down, have fun, and keep your stick on the ice!

Sabtu, 28 November 2009

Picking up climbing - Part 3 : Basic Indoor and toproping skills.

Submitted by trevor on 2006-10-18

Now you've got a taste for climbing by developing your bouldering skills, it's time to start the 'real' work. The first climbing technique you'll have to master is toproping. Most climbers were introduced to climbing by toproping: it's a safe, easy and not too intimidating technique.

Only recently, most climbers learned their toproping skills on the rock. However, with the proliferation of indoor climbing gyms it's probably a good idea to start by taking a toproping course in your local climbing gym. Most climbing gyms offer basic instruction. There's a good list of gyms at indoorclimbing.com.

I'll give you a short overview of the technique and the climbing gear involved.

For basic indoor toproping you'll need the following gear: climbing shoes, a climbing harness, a pear-shaped locking carabiner, a belaying device, a chalk bag and some chalk. You can rent a harness, carabiner and belaying device in most of the gyms but in the long run it pays off to buy your own.

If you're starting out you shouldn't buy the most expensive shoes. With your current foot technique you'll end up trashing them in no time anyway. Buy your climbing shoes tight enough so your foot doesn't slip but not too tight. Leave the really tight shoes for the pros or SM-afficionados.

Make sure you buy a good pear-shaped locking carabiner (either screw-gate or locking-gate type). Don't ever use any other type of carabiner for belaying.

The belay device you choose depends on your taste and the kind of climbing you'll do. Over here in Europe, lots of us use a figure-eight device for its easy handling and because it can double up as a descender. If you decide to become an outdoor guru you're probably better off with an ATC-style device. There are also auto-blocking devices out there. These can be excellent for beginners as they will automatically block a fall if a beginner makes a belaying mistake. You shouldn't rely on this property though, making a habit of relying on the blocking properties of these devices is simply bad practise. It's important to learn to belay with a 'classic' device because one day or another you'll end up belaying a leader with a device you're not familiar with. The best approach is probably to try out different devices in a safe environment and then stick to the one you're most comfortable with. If you have to use another device one day you'll know how to handle it.

Choosing a climbing harness is a bit harder. You need to know a little more about your climbing style and your future projects. Trad, Alpine and Sport climbing all require different harness setups. You'll prefer the comfort of a well-padded harness on long climbs but may appreciate a lighter harness on pure sport climbs. Your safest bet is to test some for-rent harnesses and then buy a new model with the properties you like. As for shoes, go for comfort first. Always learn the proper buckling mechanism of your own and your partner's harness.

That's it for the gear, let's get on with the technique.

For toproping you'll need a climbing rope that's already run through a locking carabiner affixed to a solid anchor at the top. In a climbing gym these are built into the climbing wall. If you're climbing outside you'll have to rely on a more experienced climber to set you up. You'll have two ends of rope dangling down. The climber will tie into one end of the rope and the belayer will take up slack from the other end using his belaying device. When the climber reaches the top, the belayer will block the rope and let the climber lean back into the rope. The belayer will then slowly lower the climber as he 'walks' off the cliff backwards. I'll deliberately not go into more detail because you really will need to follow proper instruction. This is what you'll need to learn:

  • Learn the knot(s).
  • Learn to handle your harness AND your partner's harness
  • Learn to handle your belaying equipment (carabiner, belay device, harness)
  • Learn the belaying technique
  • Learn the descending technique
  • Learn how to walk down a cliff while being lowered.

Here are some safety tips to keep in mind:

  • Always check each other before you climb. Belayer checks climber's knot and harness. Climber checks belayer's harness, carabiner (screwed shut!) and belaying device.
  • Don't forget to screw your carabiner shut!
  • Always double-up the buckle on your harness.
  • If you don't feel safe, tell your partner.

I hope these tips will help you to become a safe climber. Next time, I'll tell you something more about leading.

Picking up climbing - Part 2 : Get Started Bouldering

Submitted by trevor on 2006-10-18

Probably the best way to start experiencing the thrills of moving over rock is to pick up bouldering. Boulderers climb short routes up to a height that is still safe to jump off from.

There are climbers out there who have devoted their life to this art and some of the hardest moves are closest to the ground. Recently there's been a renewal of interest in this form of climbing. You'll get all the fun of the climbing moves without the scary bits and the hassle of rope-handling and protection.

Bouldering can be practised both on real rock and indoor as most climbing gyms have a special boulder section. There are even bouldering-only gyms out there, but these are still rare.

Even though bouldering can be practised alone you shouldn't underestimate the importance of an experienced climbing partner. You'll not only pick up a better climbing technique, you'll also progress in a lot safer environment. In bouldering ankles and spines are top casualties. Without a good spotter to catch your fall you will get hurt some day.

Good spotting is the art of guiding the climber's fall rather than trying to catch him/her. If you're asked to spot someone, you should aim to guide the fall by taking the hips so he / she lands on both feet. If it's your first time, ask another climber to assist you.

Until you're an expert climber it's not a good idea to climb on your own, especially not on higher problems. (Called highball problems in boulderspeak.)

If you ever get in trouble up a rock and you need to jump off, remember that downclimbing is always the better option. Your ankles will thank you for it. And if you do have to jump, remember to bend your knees on impact.

What gear do you need to pick up bouldering?

The basic necessities to pick up bouldering include: a pair of climbing shoes, a chalk bag, some chalk (Magnesium Bicarbonate) and a rug or doormat to clean your shoes. An old toothbrush can come in handy too.

If you plan to make bouldering your new way of life, you want to consider buying a good crash pad. These mattresses aren't exactly cheap but they're a lot softer to fall on than sharp rock.

Though you can use sneakers to start out, it's not a very good idea. You won't learn the subtleties of footwork and frequently repeated rocks will suffer erosion from dirty or unadapted shoes.

Cleaning your shoes before you climb is important because you want to make sure that the special rubber on them will completely stick to the rock. For best effect, you can rub your toes until they make a squeaking noise... Or find a nice girl in leather to do exactly that for you... Oops, let's not stray off topic here...

Since your feet are your most important instrument for upward motion you want to put some care in choosing your shoes. Climbers tend to wear shoes a couple sizes smaller than their normal shoe size. It's probably not a good idea to kill your feet but your shoes should never feel loose. Take your time determining the size: cram your feet in the smallest shoes possible, then add some sizes until you feel comfortable. Remember that your feet should never slip inside your shoes.

If you climb a lot, your shoes will wear out easily. If it weren't for resoles I'd have to buy 4-5 pairs every year. A professional resoler at your local climbing shop will fix you up with a fresh slab of sticky rubber in no time. A lot cheaper than buying new ones.

Shoes cost between US$ 50 - 150. Some of the top brands include: La Sportiva, Five Ten and Boreal.

A chalk bag and some chalk (Magnesium Bi Carbonate, actually) will help you keep your hands dry. Most chalk bags come with a short belt and buckle to put around your waist.

No, that white stuff is not for sniffing: dip your hands in it and it will miraculously absorb your sweat. It will help you evoid the embarrassment of ungraciously greasing off the rock. Chalk also is a mild anaesthetic. If you have a small scab you can smear some clean chalk in it.

The single most important feature on a chalk bag is how it closes: you want a bag that can be thoroughly sealed off. Believe me: chalk can get messy. Even then, it's probably a good idea to have a ziplock-style plastic bag for transportation.

Chalk bags come in different sizes and this may seem more important than it looks. If you're planning to do lots of bouldering, you may want to opt for a chalk bucket: a massive container that's intended to stay on the ground.

At his point, it's probably a good idea to talk about some of the alternatives to chalk. Chalk stains the rock and chalk-caked holds are actually worse to hang on to. This is where the toothbrush comes in. Use it to clean chalky holds before and after you climb. The next one will thank you for it.

Finally, you'll need a small rag or doormat to clean your shoes if you're bouldering outdoors.

Total estimated cost is about US$ 150 - 200. Here are some online stores to shop around. Rei - Misty Mountain - Mgear.com

Picking up climbing - Part 1 : Introduction & Overview

Submitted by trevor on 2006-10-18 | Last Modified on 2007-09-17

So, you've seen the videos: Tom Cruise pulling off crazy unroped stuff on massive cathedrals of rock in MI2. Stallone showing off his bulk dangling on some razor-thin chunks of rock... You're stoked and want to give it a try... But...

Why the hell would you want to pick up climbing anyway? If it's to impress the chicks with those buffy pecs you'll be disapointed. There's lots of easier ways to work on those instead of groveling through gruesome bloody crack climbs. You'll occasionally rip up your hands and generally scab various body parts. Occasionally you'll scare the wits out of you. So why do people climb anyway? Not for the hardman image of pure force portrayed in the media.

Climbing is not all about strength anyway. Many a strong man has been humbled by the feminine graciousness and apparent ease of a woman moving over rock. Climbing is all about balance, knowing your body and being able to reposition it in space. It's about creativity, learning to adapt to what the rock has to offer. It's a whole-body exercise and though your upper body gets a fair share of grunt work, your legs and feet are your most important instrument for upward motion. It's about concentration and overcoming your fears for the void.

You don't need to be young or extremely fit to pick up climbing. Many people start later on in their life, and there are excellent climbers of all ages. I personally know some climbers well over fifty that still can compete with the young sharks.

For me personally it's all about discovering the natural world around and within you. Climbing will bring you to lots of lovely places and will definitely give you a unique perspective on the world below you. You'll learn a couple of things about yourself and the people you climb with.

Climbing is both an individualistic and social sport: when you're on the rock you can only count on your skills to get to the top. If you do fall however, you'll have to trust your climbing partner with your life. Beyond question. No mistakes allowed. This often makes for very strong bonds and relationships.

Learning to climb is very much like learning to ride a bike or ski down a snowy slope. You'll never forget the basic moves, but will need years of practise to perfect them.

Climbing styles come in many flavors. The basic games include: bouldering, indoor climbing, free rock climbing, trad rock climbing, solo climbing aid climbing, ice climbing and alpine climbing.

We'll handle bouldering next week, indoor climbing and toproping in week 3, basic free rock climbing in week 4 and advanced techniques such as trad, aid and alpine climbing in week 5.

This series of articles will pinpoint a couple of fundamental principles but was never meant to replace proper instruction. I simply hope to give you a taste of the sport and some guidelines to get you started. Make sure you learn from more experienced climbers or in a climbing school. Trust me, you'll love it.

Bouldering addicts climb short jumbles of rock, often only a couple of feet high. The key here is linking the moves: because of their short height bouldering problems tend to be fairly intense and technical. It's hundreds of feet of difficulty compressed into 5-10 moves. Unless you're climbing so-called highball problems you'll climb unroped and close enought to the ground to be safe to jump off from. During the nineties there's been a renewal of interest for this game. Thousands of bouldering areas have cropped up worldwide.

During the late eighties and early nineties climbing on plastic, aka indoor climbing became of fashion. Most competitions are on plastic nowadays. Indoor gyms are excellent places to learn rope handling techniques and to work on the basic moves. However, most of the diehard climbers agree that there's nothing like natural rock.

Free Climbing is the art of climbing a rock without using your equipment for upward motion. You can only use your arms, hands and other essential body parts to climb. The gear is used for protection only. This is where ethics come into play. A climb is said to be onsighted when a climber leads the climb for the first time without having watched other climbers do it and reaching the end without falling or pulling on gear. If you don't meet these criteria, you have to start over from the ground up to complete the climb.

In Trad Climbing, climbers use their own gear for protection whereas in free (aka sport) climbing pre-drilled bolts are clipped with carabiners. Trad climbers use friends, chocks, stoppers and other passive and active gear instead. These are devices of different shapes you can stick in cracks or holes for protection without damaging the rock. This is called clean climbing and is the only acceptable way of climbing in some areas. Due to the technicity of this kind of climbing it is mostly reserved for advanced climbers.

When Aid Climbing the above rules no longer apply. Because of the sheer difficulty of the rock pulling on gear is often the only way to get up. This kind of climbing involves staying on the rock for several days (Climbs called Big Walls.) and handling massive amounts of gear. It requires an extreme level of technical expertise and a certain sense for logistics. You'll have to haul your supplies up the cliff in special haul bags and sleep on the rock in hammocks or portaledges. For adventurous souls only.

Solo Climbing is certainly the most dangerous game and reserved for the truly skilled only. Since you're climbing without any kind of protection, falling is simply not an option. Most climbers do not climb unroped to satisfy their ego. Or at least, those who do don't last long. Solo climbing is all about knowing your own limits and trusting your good judgement. Only a select few choose to climb unprotected and if they do it's a very conscious choice. Do not try this at home...

Ice Climbers use ice axes to move up frozen waterfalls. Lately mixed climbing and drytooling has gained popularity. This involves climbing mixed faces of rock and ice requiring both excellent traditional rock climbing and technical ice climbing skills.

Finally there's Mountain Climbing and the alpine climbing games. This is where important natural elements come into play. Mountain climbing involves living on ice covered slopes for several days at the mercy of the weather, avalanches and more. A fundamental knowledge of the alpine environment and very advanced technical skills are required. As much adventure as sport, climbers face the inherent dangers because of the beauty of the places they climb in and the pure physical and emotional challenge in these climbs.

For all of these advanced types of climbing proper instruction is fundamental. Go find a local climbing club or school and learn from them. Good instruction will probably save your life some day. I hope I raised your appetite with this short introduction. Next week I'll get you started on your very first climbs.

An Adventurous Route for Backpacking South East Asia

An Adventurous Route for Backpacking South East Asia
By Parry Loeffler

The South East Asian region of the world - especially Thailand,
Vietnam, Cambodia, and Laos - has become increasingly popular as
a destination for those travelers seeking a more adventurous
holiday than can be had merely sipping fruity, ice-cold drinks at
your typical beach resort. However, an adventurous trip to these
developing countries raises many questions and one of the first
is what route to take, which I will try to answer in this
article.

Most people with enough time would like to get a taste for all
four that I’ve mentioned earlier, so I’ll concentrate on a route
that includes all of them. It would take about three months if
you spent a few days at each stop. Keep in mind that there
certainly are options available that would allow you to skip
countries or even shorten the trip to fit into a more constrained
timeline, but this should give you a good starting point for
further research.

As far as getting around, travel by public bus, train, and boat
is readily available and often full of adventure after all,
traveling with a busload of chickens or the occasional box of
frogs just adds to the fun, right? However, those looking for a
little more comfort will usually be able to find more upscale
options.

Many people that intend on doing a circuit though South East Asia
will fly into Bangkok since it is a major hub. Bangkok is also
rich with markets, temples, and plenty of fabulous food. Around
Bangkok, there are several options for some side trips which
allow you to get your feet wet. Kanchanaburi is a few hours away
and is the location of the infamous bridge over the River Kwai
and the Death Railway, the Erewan National Park, and the Three
Pagodas Pass near the Myanmar border. If you are not going to the
southern islands, but wouldn’t mind checking out the beach scene,
you could also take a few days and visit Ko Samet or Ko Chang
(less expensive) to get a taste of island life. Both are only a
few hours from Bangkok by bus.

Once you’ve had your fill of the Bangkok area, work your way
north to Chiang Mai. I like the train and it can be taken
overnight, for those low on time, or during the day for those
that wish to see some of the beautiful countryside. Chiang Mai is
much less hectic than Bangkok, has some opportunities for great
sight seeing, and also has a great cooking school! If you want to
check out some smaller towns in Thailand, you can do that from
Chiang Mai with a little add-on side trip. It’s a loop that goes
by public bus to the wonderful village of Pai which is set up in
the misty valleys that are laden with lush rice paddies, and then
continues by bus or boat to Mae Hong Son, then by bus back to
Chiang Mai.

In any case, from Chiang Mai, continue your journey north to
Chiang Rai and onwards to Chiang Khong, which is the jumping
point into your second country, Laos. You cross the Mekong River
with a short boat ride and enter Laos on the opposite bank at
Huay Xai. From there you immediately continue on to Luang Prabang
by slow boat or fast boat (latter not recommended, unless you
enjoy wearing a crash helmet), making an optional overnight stay
in the rustic village of Pacbeng.

After spending a few days in Luang Prabang you could do a side
trip up north, exploring the small northern villages of Laos for
a few days, or just head down to the chilled-out town of Vang
Vieng by bus or air. The road route to Vang Vieng is sometimes
the target of bandits, so be sure to check what recent activity
has been like, and then make your decision - but the safety
record of air travel may not be much more inspiring!

Vang Vieng is full of fun kayaking, biking and caving
opportunities, so you’ll want to plan for a few days there before
moving on to the capital city of Vientiane. It doesn’t seem too
exciting for a capital city, so I wouldn’t plan to spend too much
time there, other than to visit the strange, but interesting
Buddha Park.

Take the bus from Vientiane to Hanoi via the mountains and the
Cau Treo border crossing into Vietnam. Hanoi is a very
interesting place with lots to do and also offers a few
interesting side trips: Sapa is a beautiful village set in the
mountains, and Halong Bay, a Unesco World Heritage site, offers
amazing views of thousands of mountainous karsts jutting up from
the ocean waters.

In Hanoi, you can buy an “Open Tour" bus ticket that gets you all
the way south to Ho Chi Minh (Saigon). It has a standard set of
stops, but allows you to purchase add-ons for a few dollars each,
two of which I highly recommend being Ninh Binh and Dalat. From
Hanoi, the first stop will indeed be Ninh Binh. Not a
particularly touristy town, but the launching point to visit the
spectacular Tam Coc park and/or the Cuc Phuong National Park.

From Ninh Binh, move to Hue for a day or two, then on to Hoi An
to check out the amazing tailors and beaches, then to Nha Trang
(a partying beach town that can be skipped if you wish), and then
on to your second add-on which is the mountain town of Dalat.
From Dalat, you can do another addon stop in Mui Ne which is very
quiet and good if you just want to relax and maybe poke around
the local market a little bit.

The last stop in Vietnam will be Ho Chi Minh which offers plenty
to see and do including a massage at the Vietnamese Traditional
Medicine Institute for a couple of dollars. From there, you can
cross into Cambodia in a couple ways. The first is a bus ride
through some beautiful country to Phnom Penh, and the second is a
boat tour through the Mekong Delta which also deposits you in
Phnom Penh. Be warned though: the roads in Cambodia are dirt and
very slow going, but the scenery is incredible if your backside
can take it.

Phnom Penh gets mixed reviews but does have a couple of must
visits before you continue: the Killing Fields and S-21. When you
do move on, you again have the choice of bus or boat up to Siem
Riep. I prefer the bus because of the fantastic views and the
insight into the lives of the country folk - trust me, you’ll
never forget it.

After spending some time gawking at the awesome ruins of Angkor
Wat at Siem Riep, you can fly or bus it back to Bangkok, once
again back where you started! Again, the bus is harsh, but worth
it to see Poipet (I’ll say it again: not to stay, but to see) and
the night-and-day change visible in a matter of a few meters when
you cross from the poverty of Cambodia into developing Thailand.

There you have it. That route can be done in 3 months if you
don’t choose every side trip mentioned (to do it all you’ll want
to add another couple of weeks). If you work it out, you’ll find
you can spend a few nights in each place, but don't make the
mistake of creating some sort of concrete itinerary. Just be
aware of your time, because you will want to spend lots of time
in some places, while spending little in others and you really
won’t know which until you get there. Be flexible within reason,
and remember: it’s all about having fun!

Once back in Bangkok, you now have the option to work your way
south to the islands, and perhaps, onward to other countries like
Malaysia and Indonesia, or perhaps they will have to wait until
your next trip, and yes, you will want to come back.

One of the next logical questions is: What is it like to travel
around these countries on a route like this? That’s precisely
the experience I detail in my book Rice Crust from the Bottom of
the Pot: A Journey Across South East Asia
(http://parryloeffler.com/ricecrust). It’s full of crazy
adventures, wonderful stories of my interactions with the localsPsychology Articles,
and even a few recipes collected directly from their kitchens.

About the Author

Parry Loeffler is the author of Rice Crust from the Bottom of the
Pot: A Journey Across South East Asia
http://parryloeffler.com/ricecrust
Read it today… and get excited about your trip!

(end)